Untukmu Teman Seperjuangan

image

Pagi ini matahari bersinar terang. Seperti yang prediksikan semalam. Larut dalam kegelepan malam selalu ada keyakinan bahwa besok ada hari yang lebih cerah. Diiringi dengan doa ma’tsurat ” Ya Allah sesungguhnya saya hidup pagi ini dengan limpahan nikmatMu, kesehatan dariMu, dan dalam perlindunganMu. Doa ini mengigatkan kepada kalian teman seperjuanganku. Allah mengirim kalian sebagai sebuah nikmat yang begitu besar.

Berkumpul dengan kalian di dunia maya menjadi sebuah sebuah kesyukuran. Mengamati segala gerak gerik kalian memberi kebahagian sendiri :). ada yang saling copy paste komentar, ada yang penuh kisah heroik, ada yang suka keluar masuk group, ada yang rajin dengan informasi dan iklan-iklannya, si pongoro bersaudara dengan kekocakan dan kekacauannya yang selalu memenuhi group dengan “hahahaha”, ada yang selalu tampil cool, elegan, dan profesional, si duo spesialisasi kado, si fulan dengan postingan tidak jelasnya, dan para silent reader yang hanya muncul ketika ada kabar gembira :D Peace v^_^ dan berbagai karakter yang ada di dalamnya. ahh hampir lupa seragam yang tak jadi-jadi dan kelompok qurban yang sepertinya tak berjalan lancar :)

Teman, Ingin sekali rasanya mengumpulkan kalian semua seperti waktu kita semua masih di kampus :D. Tersenyum dan tertawa bersama, makan bersama, ngobrol dengan berbagai topik yang tidak ada habisnya. Meskipun dulu kalo kita berkumpul kadang saling cuek, tak menyapa namun melihat kalian tertawa itu membuat saya bahagia. Tak bosan mengumpulkan kalian dalam berbagai momen dan kesempatan. Meskipun mungkin hanya 3-5 kali pertemuan.

Hari ini mengumpulkan kalian mungkin sangat sulit, hanya bisa mengmpulkan kalian di dunia maya dan dalam doa-doa yang terpanjat kepada Allah. Mungkin sebagian dari kalian akan menjadi saksi atas keburukanku di akhirat kelak. Namun, saya bahagia bisa mengenal kalian di dunia. Terima kasih ya Allah Engkau masih berkenan menutup keburukan-keburukanku di hadapan mereka. Sebuah catatan Untukmu Teman Seperjuangan

Kemana Kita Menuju?

Jalan kehidupan

Kita semua terlahir ke dunia tanpa membawa apa-apa. Lahir sebagai manusia yang bersih tanpa hasrat, ambisi, dan sebagainya. Kita hanya tahu cara menangis. Kita lapar maka kita menangis. Buang air pun kita menangis untuk memberi sinyal kepada ibu atau orang yang ada di sekitar kita. Kemudian kita tumbuh secara fisik, mental, dan pemikiran. Badan kita bertambah besar. Mental kita semakin dewasa. Pemikiran kita semakin tajam. Hati dan pikiran kita terus kita kembangkan mengikuti pertumbuhan fisik yang juga semakin hari semakin berubah.

Di tengah perjalanan hidup ini, manusia menempuh jalannya masing-masing. Namun kemudian pertanyaannya, “ke mana kita menuju?”. Apakah kita sudah menetapkan tujuan yang benar dari kisah perjalanan hidup kita? Kemudian apakah jalan hidup yang kita pilih akan mengantarkan kepada tujuan yang telah kita tetapkan? Tujuan hidup adalah sesuatu yang given dari Tuhan. Manusia tidak punya pilihan dalam menentukan tujuan hidupnya. Namun manusia kemudian diberi pilihan kendaraan apa yang dia gunakan untuk menempuh jalan hidup menuju tujuannya. Tuhan pun telah menetapkan rambu di setiap persimpangan jalan yang akan kita lewati. Oleh karena itu, kita menemukan fakta bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk beriman kepada Tuhan yang benar atau tidak. Bahkan orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan pun tetap mendapatkan hak-hak kemanusiaannya dari Tuhan seperti rezeki, kesehatan, maupun batasan umur hidup di dunia.

Pernah suatu waktu Rasulullah saw menjelaskan tentang jalan hidup manusia Continue reading Kemana Kita Menuju?

Training ICT Guru SD bersama Dompet Duafa Sulsel

Training ICT DDBeberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 31 Januari 2015 dan 1 Februari 2015 saya mendapat undangan untuk berbagi dengan guru-guru SD/MI se-kota Makassar. Tidak semua sih, tapi ada sekitar 70-80 orang yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sebuah acara pengembangan diri yang diorganisir oleh Dompet Duafa SulSel dan disponsori oleh berniaga.com dan Intel Corp. Dompet Duafa sendiri adalah sebuah lembaga zakat dengan salah satu konsennya ke dunia pendidikan.

Acara yang bertajuk “Training ICT bersama Intel-Berniaga, Guru Hebat Melek Teknologi” bertujuan membuka wawasan para guru untuk memaksimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Sekarang kan zaman teknologi, jadi proses pendidikan juga mesti mengikuti perkembangan zaman. Selain lebih efisien juga bisa menjadi saran pendidikan yang menyenangkan bagi siswa. Apalagi siswa sekarang merupakan generasi gadget. Anak usia 2 tahun saja sudah bisa pake smartphone, bahkan sudah ada yang bisa mengoperasikan laptop. Di lain sisi, para guru sebagai tenaga pendidik malah tertinggal dengan perkembangan zaman. Maka lahirnya acara ini sebagai bentuk usaha mengurangi kesenjangan yang ada.

Pada acara ini saya mendapatkan kesempatan berbagi kepada para guru tentang Komunikasi dan Kolaborasi. Tema ini kemudian difokuskan pada maksimalisasi penggunaan search engine, email, dan perangkat kolaborasi. Harapannya materi ini bisa membantu para guru dalam melaksanakan aktifitasnya. Terutama memenuhi tuntutan sistem pendidikan saat ini. Guru bisa mencari referensi yang sesuai di internet, mencari bahan ajar, ataupun sesuatu yang membuat kegiatan pendidikan lebih menarik dan berkualitas. Selain itu, diharapkan para guru bisa menggunakan teknologi untuk membangun komunikasi yang efektif baik sesama guru ataupun pihak lain tanpa perlu khawatir lagi terkait permasalahan jarak. Terakhir, dengan perangkat kolaborasi diharapkan para guru mampu berkomunikasi, berkolaborasi dalam bekerja sehingga ide-ide yang ada bisa ditularkan ke yang lain dan diharapkan bisa menjadi gerakan bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Selain materi di atas, para guru juga diperkenalkan dengan blog sebagai sarana menuangkan ide-ide kreatif mereka. Para guru juga bisa menjadikannya sebagai penyaluran bakat dan menumbuhkan kebiasaan menulis. Pengenalan situs-situs yang bermanfaat dan berhubungan dengan pendidikan berbasis teknologi juga diperkenalkan misalnya quipper, edublogs, guraru dan sebagainya.

Merupakan suatu kesyukuran sendiri bisa berbagi dengan para guru. Melihat semangat dan antusias mereka memberi sedikit harapan untuk pendidikan anak Indonesia yang lebih baik. Masa depan bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Sedangkan generasi muda sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan mereka yang tentu saja berhubungan dengan kualitas tenaga pendidik. “Guru berkarakter menggenggam Indonesia”, begitulah sebuah slogan yang pernah saya dengar. Semoga apa yang telah dibagikan bisa betul-betul bermanfaat. :) Gallery Foto klik di sini

Belajar Dari Jam Dinding

Belajar dari jam dinding

Pernahkah anda memperhatikan jam dinding di rumah atau tempat anda bekerja? Cobalah sejenak perhatikan agar kita bisa memetik sebuah pelajaran darinya.

Jam dinding, dilihat orang ataupun tidak ia tetap berdenting. Tak sekalipun dia berhenti karena kecewa dengan orang yang tak melihatnya.

Jam dinding, dihargai atau tidak dia tak berhenti berputar sebagaimana mestinya. Jangankan berputar balik, berhenti saja ia tidak sudi.

Jam dinding, meski tak seorang pun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik.

Belajar dari jam dinding belajar tentang keikhlasan.
Belajar dari jam dinding belajar tentang tanggung jawab.
Belajar dari jam dinding belajar tentang memberi manfaat

Teruslah berbuat baik kepada sesama meskipun perbuatan kita tidak dinilai atau diperhatikan orang lain.
Teruslah berbuat baik kepada sesama meskipun tak seorang mengucapkan terima kasih dan apresiasi.
Ibarat jam dinding yang terus bekerja, memberi kemanfaatan bagi sekitarnya

Syarah Hadits Ke-4 Arbain An Nawawi : Ketetapan Allah

Syarah Hadits Ke-4 Arbain An Nawawi : Ketetapan Allah
Ketetapan Allah atas Manusia

عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة

Artinya:

“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas‟ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rezekinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Syarah Hadits :

Hadits ini merupakan hadits ke-4 di dalam kitab Arbain An Nawawi karya Imam Nawawi. Kitab yang merupakan salah satu karya Imam Nawawi yang diterima di seluruh dunia. Meskipun berjudul Arbain (empat puluh) namun sejatinya terdapat 42 hadits di dalam kitab ini.

Hadits ke-4 ini menjelaskan beberapa hal sebagai berikut : Continue reading Syarah Hadits Ke-4 Arbain An Nawawi : Ketetapan Allah

Sajak anak Forsil

Terkadang, tawa itu penuh makna,
Kadang jg berupa tanya,
Dan tak jarang sbg tanda,
Pengganti kata2 tak tereja
(AH)
Senyum pun demikian adanya,
Penyampai pesan tanpa tinta,
Sampai kadang timbul prasangka,
Bahkan amarah merajalela
(AH)
Pun dgn marah,
Raut wajah tak lg indah,
Namun sbenarx ia adalah titah,
Bhwa jiwa sedang merekah
(HR)
Pun dengan diam
Dalamnya tak dapat diselam
Seperti laut yang dalam
Namun janganlah menyimpan dendam
(MS)
Tiap kita tdklah sama,
Laksana pelangi brbagai warna,
Hanya pengertian berbingkai rasa,
Agar kita tetap satu jua
(HR)
Kita berbeda sudah takdir Allah
Bermacam tabiat bermacam rupa
Jika ada khilaf dan salah
Beri maaf janganlah lupa
(MS)
Hidup hanya sekali
Kita tidak pernah tahu kapan akan pergi
Baiknya kita selalu mengingat mati
Semoga kita terus mampu membaiki diri
(SF)

Hanya butuh keyakinan untuk melanjutkan kehidupan ini; Atas nama sebuah janji

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,408 other followers

%d bloggers like this: