Ma’rifatullah (2)

BAGAIMANA MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR?

1.Mengenal Allah lewat akal Akal adalah salah satu sarana untuk mengenal Allah. Fungsi akal adalah untuk berfikir dan merenung. Seseorang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an akan menemukan bahwa banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggugah akal untuk berfikir dan merenung, sehingga sampai pada hakikat kebenaran yang tidak diragukan Iagi (13:3; 16:11; 27:52). Allah sangat rnencela orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan akan memasukan rnereka ke dalam neraka jahannam kelak (7:179) Ayat Kauniyyah Sesungguhnya banyak sekali fenomena-fenomena yang terdapat di mayapada ini yang menunjukan kebesaran Allah (2:164; 51:20-21; 3:190-191) : Fenomena terjadinya alam Di antara sesuatu yang wajib diterima akal adalah bahwa setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan. Begitu juga alam semesta ini, tentu ada yang menjadikannya (52:35) Fenomena kehendak yang tinggi Kalau anda memperhatikan alam ini, anda yakin menemukan bahwa semua ini sangat tersusun rapi. Hal ini menunjukan bahwa di sana pasti ada kehendak agung yang bersumber dari Sang Pencipta Yang Maha Pintar dan Bijaksana (67:3). Kita ambil beberapa contoh: seandainya  matahari  hanya  mernberikan  panasnya  kepada  bumi sebanyak setengah dari panasnya sekarang, pastilah kita membeku karena kedinginan, dan seandainya panasnya bertambah setengah pastilah kita telah menjadi abu. Seandainya rnalam lebih panjang sepuluh kali dari malam sekarang ini, tentulah matahari pada musim panas akan rnembakar seluruh tanaman di siang hari dan di malam hari seluruh tumbuhan mernbeku. Fenomena kehidupan Bila anda perhatikan makhluk yang hidup di muka bumi anda akan  menemukan  berbagai  jenis  dan  bentuknya,  serta  berbagai macam  cara  hidup  dan  berkernbang  biak  (24:5;  6:38).  Semua  itu menunjukkan bahwa di sana ada zat yang menciptakan, membentuk, menentukan  rizkinya  dan  meniupkan  ruh  kehidupan  pada  dirinya (29:20; 21:30) Bagairnana pintarnya manusia tentu ia tidak akan dapat rnembuat makluk yang hidup dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT rnenantang manusia untuk membuat seekor lalat, jika mereka mampu (22:73-74; 46:4) Fenomena petunjuk dan ilham Ketika kita mempelajari alam semasta ini kita akan melihat suatu petunjuk  yang  sernpurna  dan  yang  sekecil-kecilnya  sampai  yang sebesar-besarnya. Bagaimana kita dapat membedakan argumentasi petunjuk ini? Bagairnana ia dapat terwujud ? Sungguh disitu terdapat jawaban yang diberikan akal, yaitu adanya Zat yang memberi hidayah (petunjuk) (20:50).  Seorang bayi ketika dilahirkan menangis dan mencari puting susu ibunya. Siapa yang mengajarinya ? Seekor ayam betina ketika mengerami telurnya ia membolak-balikkan telurnya, agar zat makanan yang terdapat pada telur tersebut rata. Dengan demikian telur tersebut dapat menetas. Secara ilmiyah akhimya diketahui bahwa anak-anak  ayam  yang  sedang  diproses  dalam  telur  itu  mengalami pengendapan bahan makanan pada tubuhnya dibagian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakan niscaya zat makanan yang ada di dalamnya tidak merata, dengan demikian ia tidak bisa menetas. Siapa yang mengajarkan ayam untuk berbuat demikian? Akal yang sehat akan berpendapat bahwa di sana pasti ada yang memberi hidayah (petunjuk)  dan  Al-Qur’an  menerangkan  bahwa  zat  yang  memberi hidayah itu adalah Allah yang menciptakan lalu memberi hidayah. Fenomena pengabulan do’a Kita sering mendengar seseorang yang ditimpa suatu musibah yang membuat hatinya hancur luluh dan putus harapan. Ia berdo’a menghadap Allah SWT, tiba-tiba musibah itu hilang. Kebahagiaanpun kembali dan datanglah kemudahan setelah kesusahan. Siapa yang mengabulkan doa?  Sudah menjadi suatu yang logis bila seorang menghadapi bahaya pasti menghadap Allah SWT dan berdo’a. Firman Allah (17:67; 10:22-23; 6:63-64). Siapa yang mengabulkan doa itu? Ayat Quraniyyah Ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Quran berupa ajaranajaran  konsep  hidup,  peraturan  yang  lengkap  adalah  merupakan mu’jizat yang nyata yang menunjukan akan adanya Allah. Mu’jizat itu terdapat pada :

  • Keindahan penyampaiannya, ketinggian bahasanya dan kerapian susunan ayat-ayatnya, yang sampai kini tak seorang manusia pun yang  mampu  dan  sanggup  menandingi-Nya  atau  membuat walaupun  satu  ayat.  Al-Qur’an  menantang  siapa  yang  sanggup rnendatangkan satu surat ataupun satu ayat yang semisal (2:23; 10:38,11,13; 17:88)
  • Pemberitahuan Al-Qur’an tentang hal ihwal kaum `Aad, Tsamud, Kaum Nabi Luth, tentang Maryam, Nabi Isa dll. (9:70; 14:9; 50:12-14). Semua  itu  datang  lewat  lisan  seoring  yang  ummi -tidak  bias

membaca tidak bisa menulis- tidak pernah belajar kepada seorang guru serta tidak pernah hidup di tengah masyarakat berilmu atau di lingkungan Ahli Kitab (29:48). Semua itu menunjukan bahwa Al-Qur’an datang dari Allah SWT.

  • Pemberitahuan  Al-Qur’an  tentang  kejadian-kejadian  yang  akan datang, persis seperti dikatakan Al-Qur’an:

o  Pemberitahuan  Al-Qur’an  tentang  kekalahan  bangsa  Persia atas bangsa Romawi (30:1-3) o  Janji Allah kepada kaum Muslimin untuk menjadikan mereka pemimpin (khalifah)  di  muka  bumi  sebagaimana  ummat sebelum mereka (24:55). Dan janji Allah itu betul-betul terjadi. Pada masa Nabi SAW kaum muslimin telah menguasai jazirah Arab.  Pada  massa  sahabat  mereka  telah  menguasai  dan sampai ke Persia. Kemudian menguasai Romawi di Syam, Mesir dan sekitarnya. o  Janji Allah kepada kaum muslimin dengan kemenangan pada perang Badar (8:7). o  Janji Allah kepada Rasul-Nya bahwa ia akan memasuki Masjid Haram (48:27).

  • Pemberitahuan  Al-Qur’an  bahwa  Abu  Lahab  akan  mati  dalam

keadaan musyrik.

  • Penemuan  Ilmiyah  yang  tidak  mungkin  ditemukan  oleh  seorang

ummi (tidak bisa baca tulis):

  • Pemberitahun  Al-Qur’an  bahwa  mulanya  bumi  dan  langit  satu,

kemudian terpisah dari langit (21:30)

  • Tentang asal kejadian manusia (22:5)
  • Pemberitahuan Al-Qur’an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf

yang terletak di bawah kulit (4:56)

  • Pemberitahuan  Al-Qur’an  tentang  hampa  udara  bila  manusia

semakin tinggi naik ke langit (6:125)

  • Pemberitahuan Al-Qur’an bahwa bumi ini bundar (39:5)

Syari’at dan peraturan yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat kita lihat dari beberapa segi: Kelengkapan peraturan tersebut (syumul). Tidak  ada  situ  amal  perbuatanpun  dan  yang  sekecil-kecinya sampai yang sebesar-besarnya kecuali Islam telah menerangkan hukum dan caranya (6:38; 16:89) Kesesuaian di segala zaman dan ternpat. Sebab  Al-Quran  diturunkan  sebagai  petunjuk  bagi  seluruh manusia sampai hari kiamat (21:107; 34:28; 7:158) Kekal sampai hari kiamat. Syariat Islam adalah syari’at yang kekal sampai hari kiamat (15:9) 2.Mengenal Allah lewat rnemahami Asmaa’ul Husna Cara kedua untuk mengenal Allah adalah dengan memahami Asma Allah yang baik (Asmaa’ul Husna) Allah sebagai Rabb. Di antara ciri-ciri khusus dari kerububiyahan-Nya adalah:

  • Dia sebagai pencipta segala sesuatu (40:62;6:102)
  • Yang memberi rizki (35:3; 11:6)
  • Yang memiliki (2:284)
  • Yang memberi manfaat dan bahaya (6:17; 35:55)
  • Yang menghidupkan dan mematikan (30:40)
  • Yang mengatur alam semesta ini
  • Allah sebagai Penguasa raya (114:2)

Di antara ciri khas yang dimiliki oleh penguasa adalah:

  • Dia sebagai pelindung (5:55; 2:257)
  • Dia sebagai penentu hukum (6:57; 12:40; 6:114)
  • Yang hendak memerintah dan melarang (7:54)
  • Yang menentukan undang-undang peraturan (42:21)
  • Yang ditaati (3:132; 3:32)
  • Allah sebagai Ilah (114:3)

Diantara sifat-sifat khusus bagi Ilah adalah Dia sebagai zat yang wajib disembah (20:14)

Sebelumnya

Selanjutnya

Advertisements

One thought on “Ma’rifatullah (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s