Rintik-Rintik Hujan

Langit biru berubah kelabu. awan mendung kini mulai menghiasinya. Semua telah menduga hujan pasti datang. Betul saja rintik hujan mulai turun. setitik demi setitik rintik hujan berubah menjadi hujan yang lebat. menyirami bumi, membasahi permukaannya.

“Wah Hujan lagi hujan lagi… Jadi malas keluar. Enaknya tidur di rumah aja”, begitulah kata sebagian orang.

“Sial kok hari gini turun hujan, mana mau mencuci. kalo begini g bakal kering-kering cuciannya”.

Begitu banyak cacian dan makian kepada hujan. Seolah-olah hujan hanya membawa masalah dan masalah bagi kehidupan manusia. seolah hujan ini adalah musibah yang didatangkan Allah kepada manusia.

Namun pernahkah kita perhatikan di pinggir-pinggir jalan, di lampu merah jalan perkotaan. Sekelompok bocah imut dengan payung di tangannya begitu semangat dan senang menyambut datangnya hujan. bagi mereka hujan itu adalah rezeki bagi mereka. bagi mereka hujan adalah sesuap nasi malam ini. bagi mereka hujan itu adalah penyambung kehidupan.

Jadi teringat firman Allah :

Yaitu Allah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dan menurunkan dari langit itu air (hujan), yang dengan air itu Dia menghasilkan buah-buahan sebagai rezeki untukmu….(QS.2:22)

Advertisements

2 thoughts on “Rintik-Rintik Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s