Andaikan Aku Bukan Aktivis

Sebuah artikel yang menjadi sedikit sinar di langit yang sedang mendung

Suatu siang yang padat, di tengah suasana kerja, senyapnya kantor saat itu, dan di tengah diskusi seru tentang da’wah kampus, HPku menjerit. Sebuah SMS masuk, mengalihkan perhatian sesaat. Terlebih karena isinya …

“… Rasanya pengen ngomong buanyak. Sedang bosen dengan da’wah. Sebel sama qiyadah & ikhwah disini. Benar-benar bukan perjalanan da’wah yang rapi. Bener kalo qt rapuh, mudah dihancurkan.

Makin BERKELIT semakin SULIT,

makin MERINTIH semakin PERIH, makin TAK ACUH semakin KACAU,

makin BERLAGAK semakin TERJEBAK,

makin MERENUNG semakin BINGUNG,

makin DIAM semakin DILUPAKAN.

Dimanakah muara semua tanya?”

Spontan saat itu kawan bicaraku merespon, “ALLAH”. Seolah menjawab sebuah pertanyaan.

“He? Maksudnya apa?”, spontan juga celetukku. ga ngerti.

“Ya Allah-lah muara semua tanya”, jawabnya datar, dalam.

Bukan satu dua SMS bernada sama pernah ‘beredar’ di kalangan aktifis da’wah. Lelah, kecewa, ga’ ngerti, semua campur baur membentuk formula yang pas untuk sebuah pilihan, KELUAR.

‘Pamit’ dari jalan da’wah.

Sebel ama qiyadah yang nyebelin orang sebel Kecewa pada keputusan jama’ah yang mengecewakan orang-orang kecewa

Ga puas dengan kinerja ikhwah yang ga memuaskan orang-orang ga puas

Ckckck..

sampai ke sebuah kesimpulan, ikhwah ga bisa DIANDALKAN! Da’wah bikin capek, terkekang, makan ati! Pilihan untuk menjadi “orang-orang biasa”, marginal, yang mengamati pusaran gerakan dari tepian perjuangan yang “aman” semakin mengaum-ngaum di benak.

Andai aku bukan aktifis…

Ga perlu ngerasa sebel sama qiyadah yang sering sok tau terhadap kondisi lapangan, mengambil kebijakan irasional. Padahal mereka cuma bintang-bintang yang bergelantungan di langit da’wah kampus tanpa pernah menapak bumi. Tanpa merasakan perihnya tertusuk duri atau kerikil tajam di tanah yang becek.

Andai aku bukan aktifis…

Ga perlu menghadiri syuro’ poci-poci tak terarah yang ga menghasilkan sedikitpun perbaikan, selain makin bertambahnya robot lapangan yang cuma tau ‘kerja’, tanpa diberi kesempatan berpikir.

Andai aku bukan aktifis…

Ga perlu kecewa dengan kinerja orang-orang yang mengaku dirinya da’i, tapi sering pesimis, asal-asalan, dan ga profesional.

Yah…andai aku bukan aktifiiiiis!

Aku akan bebas.

Berekspresi.

Berkreasi.

Berda’wah dengan ceria.

Kutatap gemuruh langit, gemuruh hati,

menggumpal-gumpalka n berbagai fakta kekecewaan.

Sesak.

Benar-benar membayangkan,

Andai aku bukan aktifis…

Pasti aku adalah pasifis, yang kerjanya dari hari ke hari cuma mringis terkikis moleknya dunia yang makin lama makin bengis dan tragis

Andai aku bukan aktifis…

Ga kan mungkin aku bisa menangis haru teringat syurga Karena syurga hanya mampu terdefinisi oleh padatnya PERJUANGAN.

Andai aku bukan aktifis…

Membaca saja aku susah, apalagi menulis!;p

Di atas tingginya bukit kekecewaan ini, aku pengen berteriak lantang kepada kalian semua :

Woiii, ikhwah..! Mas’ul A! Mas’ul B! Murobbiku! Ikhwah A, B, C,…Z!!

Emang siapa kalian bisa ngejauhin aku dari Allah???

Emang siapa kalian bisa bikin aku memilih mundur dari jalan da’wah???

Rugi banget kalo aku ninggalin jalan menuju syurga karena aku KECEWA SAMA KALIAN..!

Wong ntar qt dikubur sendiri-sendiri, kok.

dihisab sendiri-sendiri,

diputuskan masuk syurga ato neraka sendiri-sendiri.

karena amalan qt sendiri-sendiri.

Rugi banget kalo aku ninggalin jama’ah kebaikan karena aku KECEWA SAMA KALIAN..!

Wong amalan kalian ga akan sedikitpun berpengaruh kok pada hisabku,

dan amalanku ga akan sedikitpun berpengaruh pada hisab kalian,

Mo kalian baek kek,

nyebelin kek,

futur kek.

ANE HARUS TETEP ISTIQOMAH, ya gak?;p

Kalian ga kan rugi kalo aku mundur,

Da’wah ga kan rugi kalo aku futur,

Bakal ada puluhan, ratusan, mungkin ribuan orang yang siap menggantikanku.

Satu-satunya yang rugi jika aku keluar, adalah : AKU!

Eh bintang, Gosip dari mana da’wah bikin TERKEKANG, GA KREATIF, dsb dst dll??

Ente keliru ambil kamus tentang definisi kreatifitas kali…?

Inget kan prinsip sejatinya,

SEMUA HAL ITU MUBAH, KECUALI YANG ADA NASH YANG MENGHARAMKAN

so, LAKUIN AJA SELAMA BELOM DILARANG, ;p

Jangan dibalik, DIEM AJA SELAMA BELOM DITA’LIMAT.

Kan keimanan itu hakikat yang aktif dan dinamis yang tercermin dalam amal sholeh dan gerakan. So, mana mungkin seseorang ngaku beriman kalo untuk beramal aja musti nunggu diobrak-obrak ‘para jendral’?

Ane berda’wah buat Allah kok, bukan buat ente, pak mas’ul, bu mas’ulah..!

Buat Allah..muara semua tanya..

Doain ane istiqomah neh!

Advertisements

2 thoughts on “Andaikan Aku Bukan Aktivis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s