Iman, Ukhuwah, dan Lisan

Teringat dengan ayat Allah di dalam Al Qur’an surah Al Hujurat ayat 10 :
انما المومنون اخوه فاصلحوا بين اخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang (mampu) bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Sungguh indah perkataan Allah swt mengajarkan kepada manusia tentang hakikat persaudaraan manusia yang sebenarnya. Hakikakt yang diikat dengan iman kepada Allah swt bukan dengan yang lain. Bukan darah, bukan bangsa, bukan suku, atau simbol-simbol dunia yang lainnya. Sayyid Quthb mengatakan “Ikatan agama ini bukan ikatan darah dan nasab, bukan ikatan tanah air dan bangsa, bukan ikatan kaum dan marga, bukan ikatan warga kulit dan bahasa, bukan ikatan ras dan suku, juga bukan ikatan profesi dan status sosial”

Ikatan ukhuwah/persaudaraan yang dilandasi Iman keapada Allah, diikat dengan cinta karena Allah, dan dihiasi dengan akhlak islami itulah persaudaraan yang kekal abadi. tidak hanya di dunia tapi juga kekal sampai akhirat kelak. Ikatan ukhuwah yang tidak akan terpisahkan karena godaan harta, jabatan, wanita, dan simbol-simbol keduniaan lainnya. Ikatan yang akan terus terjaga, kekal abadi karena dilandasi oleh Dzat yang Kekal Abadi. Allah-lah yang menjadi alasan eksistensinya. Inilah bentuk ikatan yang sesungguhnya..

Namun Allah swt yang Maha Mengetahui kemudian mengingatkan kita tentang virus-virus yang dapat melumpuhkan ukhuwah kita, mengingatkan kita tentang duri-duri yang akan mengoyak dagingnya, mengingatkan kita akan racun yang bisa melemahkan bahkan mematikannya. Allah melanjutkan firmannya dalam surah AL Hujurat ayat 11 dan 12 :

11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

49:12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Sungguh tidak jarang kita melakukan hal-hal tersebut. Bila kita cermati ada 2 faktor penyebab kerusakan ukhuwah islam yang telah kita bangun selama ini. faktor pertama yaitu Lisan dan yang kedua hati. Allah memberikan ilustrasinya di dalam kalamnya yang mulia untuk tidak mengolok-olok saudara kita, karena tidak ada yang megetahui kemulian seorang manusia selain Allah swt yang Maha MEngetahui.. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”.

Selain itu kebiasaan ini bisa menimbulkan luka di dalam hati saudara kita, menyakiti perasaannya dan sungguh lidah lebih tajam daripada pedang. Lukanya susah untuk disembuhkan, akan meninggalkan bekas yang dalam, dan lukanya akan mudah untuk terbuka kembali. Kita sering mendengar kisah seorang anak yang menancapkan paku ke pagar rumahnya setiap kali menyakiti perasaan orang lain. Tiga hari berlalu berapa banyak paku yang tertancap di pagar. Hari selanjutnya diputuskan untuk meminta maaf kepada orang yang pernah ia sakiti. Satu maaf artinya satu paku akan dilepaskan. namun apa yang terjadi, pagarnya penuh dengan lubang bekas paku yang telah tercabut. tidak bisa kembali seperti sediakala. begitulah hati manusia. Apabila telah terluka maka akan susah untuk kembali sembuh tanpa pertolongan dan bantuan dari ALllah swt. Begitulah tabiat ludah begitu mudah mengeluarkan kata karena memang dia tak bertulang..

Selanjutya masalah Hati. Allah memberikan contoh dalam hal ini berprasangka. Begitu indah Allah mengatakan sungguh kebanyakan dari prasangka itu adalah dosa. Prasangka akan melahirkan persepsi subyektif dari kita pribadi. hanya persepsi tanpa mengetahui fakta. Maka Islam datang dengan solusinya “tabayyun” klarifikasi atas segala hal yang menggangngu hati kita terhadap kondisi saudara kita. Rasulullah saw yang mulia mengajarkan agar mencari berbagai alasan untuk tetap berprasangka baik terhadap saudara kita.

terakhir jangan mencari kesalahan saudaramu. barangsiapa yang menjaga aib saudaranya di dunia maka Allah akan menjaga aibnya di akhirat. Subhanallah, Allah swt begitu besarnya penjagaannya terhadap ukhuwah islam. Menjaga kesatuan umat Islam. Sesungguhnya umatmu ini adalah umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku (Q.S Al Anbiya :21)

Saudara sekalian Imanlah landasan ukhuwah kita dan jagalah lisan untuk menjaga ukhuwah itu…
wallahu a’lam bissawab….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s