Harapan Setelah Allah Terletak Pada Rakyat

Risalah dari DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 25-03-2010

Penerjemah:

Abu ANaS

_______

Segala puji bagi Allah, doa dan kedamaian atas Rasulullah saw, dan sekutu, dan setelah ..

Rakyat merupakan inti suatu bangsa…

Rakyat merupakan pondasi dan inti dari bangunan suatu bangsa, sebagaimana ia merupakan ujung tombak dakwah… Begitupun rakyat juga merupakan prajurit setia dalam gerbong kereta menuju kebangkitan dan pembangunan, dan apa yang kita saksikan hari ini dari berbagai gerakan rakyat, dan pemberontakan suatu bangsa; adalah saksi terbaik bahwa rakyat akan terus menjadi penyeimbang yang hakiki (nyata), dan inventaris yang kongkrit pada setiap kemajuan dan kebangkitan, meskipun terdapat usaha yang mengarah pada pengebirian dan penghalangan identitas mereka, menghentikan peran dan menahan keinginannya, terutama pada saat dominasi dan kekuatan asing begitu kuatnya terhadap potensi yang dimilikinya, dan memisahkan penguasanya dalam memberikan dukungan kepada mereka sehingga menghilangkan kewibawaan mereka dalam menghadapi proyek Amerika-Zionis; karena rakyat merupakan pondasi pemerintah yang mampu memberikan martabat dan kebanggaan.

Meskipun terdapat penipuan pemerintah terhadap kehendak rakyat, mengkebiri kebebasannya, dan melemahkan potensi dan kekuatannya; namun legitimasi rakyat dalam memilih kemerdekaan dan mempromosikan kejujuran, hingga saat ini rakyat benar-benar kuat, mereka tetap memilih Islam sebagai pedoman hidupnya, seperti yang terjadi dalam pemilihan parlemen di Mesir dan di Turki, dan negara Islam lainnya, dan yang mengggembirakan dalam diri ini adalah apa yang telah dipilih oleh rakyat Palestina akan kemauan sendiri dan keinginan untuk mendukung Gerakan Perlawanan Islam, Hamas; pendekatan untuk kepatuhan kepada Islam, dan penerapannya dalam masyarakat.

Meskipun ada usaha pengkaburan secara terus menerus stigmatisasi terhadap dakwah al-haq dengan kemunduran, dan yang berpegang teguh dengan identitas Islam sebagai keterbelakangan, serta semua usaha yang mendukung pasukan perlawanan terhadap pendudukan (penjajah) adalah teroris dan radikal, maka kita tetap menyaksikan kemarahan rakyat secara maksimal yang senantiasa mendukung dan membela Al-Aqsha, seperti adanya demonstrasi, pengecaman, boikot secara umum, mengecam para agresor, dan menunjukkan kekuatan rakyat, begitu pula kita menyaksikan semangat rakyat dalam memberikan sumbangan dalam bentuk harta dan barang-barang berharga lainnya, untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada saudara mereka sesama muslim, dan memberikan dukungan kepada mereka yang tertindas dan dizhalimi di mana-mana, dengan berdiri dalam satu barisan, dan ini menegaskan bahwa rakyat mulai menyadari – dan menseriusi – bahwa nilai-nilai, prinsip dan moralitas Islam adalah alternatif dari berbagai alternatif lainnya, terhadap mereka yang telah menderita bencana, dan menjadikan umat memiliki kesadaran penuh terhadap berbagai peristiwa, banyak melakukan introspeksi diri akan kondisi bangsa yang memprihatinkan, berdiri bersama mereka, setelah lepas perhatiannya terhadap agama, mengabaikan syariatnya, dan yang membuat bangga lagi adalah bahwa rakyat saat ini telah memiliki sikap yang petut diperhitungkan hingga seribu kali perhitungan, sebelum adanya berbagai upaya untuk mengubah al-hak menjadi batil, atau menyebarkan kerusakan, dan dengan demikian rakyat kita telah menempatkan pijakannya pada langkah pertama untuk memulihkan rasa percaya diri dan manhaj yang benar.

Renungkanlah apa yang dilakukan oleh Amerika yang telah menghabiskan uang Negara pada perang di Irak dan Afghanistan, bagaimanapun, harapan setelah Allah terletak pada kedua bangsa – untuk saat ini – tetap melakukan perlawanan dan pertahanan; laporan yang disampaikan oleh Departemen Pertahanan Amerika baru-baru ini bahwa anggaran yang dialokasikan untuk perang AS di Afghanistan di tahun 2010 melebihi biaya tahun pertama pada perang di Irak, (yang diperkirakan setelah 5 tahun perang di Irak mencapai 600 miliar dollar Amerika, sementara para ekonom memperkirakan lebih dari 4 triliun dollar AS).

Direktur sumber daya di ketentaraan Amerika juga mengatakan: bahwa dana yang diperlukan sekitar 65 miliar dolar untuk Afghanistan lebih dari kebutuhan perang di Irak yang mencapai lebih dari 61 milyar , sebagaimana yang telah dikeluarkan pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, DPR Amerika menyetujui rancangan anggaran tambahan untuk tahun berjalan dengan 96 milyar dan 700 juta dollar; untuk memenuhi kebutuhan perang di Irak dan Afghanistan.

Peran yang diharapkan dari rakyat ..

Oleh karena itu, Ikhwanul Muslimin senantiasa mengajak kepada seluruh komponen bangsa akan rasa tanggung jawab mereka terhadap amanah yang kelak akan dimintakan pertanggungjawabannya dihadapan Tuhan mereka, Allah berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh” (Al-Ahzab: 72),

dan tanggung jawab ini jatuh pada semua orang tanpa pengecualian; kepada setiap jiwa sesuai dengan posisinya, tergantung pada kemampuan dan potensi yang dimilikinya.

Karena itu pebaharuilah wahai bangsa dan umat Islam dimana saja kalian untuk senantiasa berada dalam perasaan wala’ (loyalitas) kepada Allah, angkatlah tinggi-tinggi panji Islam, dan dirikanlah negara Islam di hati-hati kalian niscaya akan tegak di bumi kalian, dan ketahuilah bahwa jika kalian tidak berusaha menegakkan Islam dalam diri kalian maka akan ada orang lain yang mengganti kalian dalam menegakkannya

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini”. (Muhammad: 38).

Dalam pengertian ini, saya melihat beberapa kewajiban yang harus diemban oleh umat Islam, terutama dalam memainkan peran yang diharapkan dari mereka:

1 – Senantiasa melakukan upaya intelektual dan advokasi, dan menghubungkan semua keinginan dengan iman, dan berhati-hati dari melakukan melanggar atas perintah Allah; sehingga dengan demikian dapat menuai keuntungan dari sikap positif rakyat yang yang telah berkorban dan berkontribusi, dan ini adalah bagian pertama dari pemahaman tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa kita.

2 – Senantiasa menegaskan bahwa titik tolak yang menggerakkan kita sebagai bangsa dan masyarakat adalah agama dan syariat, sehingga dengan demikian membuat emosi menjadi mulia, bermartabat, disiplin dan terkontrol sesuai dengan syariat, tidak bergerak karena sekedar emosi nasional atau regional, Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara”. (Al-Hujurat:10)

3 – Senantiasa memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran dengan berbagai isu yang terjadi, tidak mendorong mereka untuk bekerja yang tidak ada manfaatnya sedikitpun dibaliknya, atau jauh dari kepentingan hidupnya dan lain-lainnya, karena itulah usaha mempropagandakan senjata boikot rakyat terhadap berbagai produk musuh bangsa Arab dan umat Islam.

4 – Bahwa setiap orang dari anggota masyarakat harus memiliki pemahaman tentang permasalahan dan kehendak yang membuat dirinya sibuk bekerja dalam menyelesaikannya, karena setiap umat senantiasa membutuhkan uluran tangan dari anak bangsanya sendiri dan pikiran yang cemerlang; untuk disumbangkan demi kepentingan umat Islam dan mendapatkan manfaat darinya.

5 – Kebanggaan diri terhadap Islam, menolak diri dari merasa kalah, melakukan perbaikan (reformasi) diri dan masyarakat, karena hal itulah yang menjadi dukungan kebangkitan umat, mengambilkan kemuliaannya, dan memiliki kesadaran akan rancangan dan rencana keji musuh serta mengembalikan makar mereka kepada pembuatnya. Allah berfirman:

إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)

Bersegeralah memberikan dukungan dan pembelaan

Bersegeralah memberikan inisiatif dukungan yang masuk akal, bersegera dengan cara teratur dan positif . Allah berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu”. (At-Taubah:105)

Dan sabda nabi saw

قَدْ عَرَفْتَ فَالْزَمْ

“Anda sudah memahaminya maka komitmenlah”

Kelak rakyat akan melihat Islam hasil dari kerja dan buah dari amal mereka, tiba saatnya bagi rakyat Mesir untuk mengungkapkan inisiatifnya demi mengembalikan peran pentingnya, baik di tingkat negara-negara Arab maupun dunia Islam.

Marilah terus bekerja di jalan menuju ridha Allah dengan semangat yang tinggi dan membara, untuk memberi dukungan pada isu yang terjadi di tengah umat dan membela umat Islam. Nabi saw berabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ مُسْلِمًا فِي مَوْطَنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Tidaklah seseorang menghina umat Islam lainnya di suatu tempat kecuali akan mengurangi kehormatannya dan melanggar kesucian Allah di dalamnya kecuali Allah akan hinakan di tempat yang dia ingin mendapatkan dukungan di dalamnya”. (Abu Daud)

Marilah menambah daya gerak dan tekanan yang keras, karena keinginan rakyat lebih kuat dari berbagai konspirasi, tipu daya dan perdamaian sekalipun; karena umat yang merasa dirinya bebas, merdeka dan jujur merupakan simbol umat; karenanya ia memberikan gambaran akan jalan kemuliaan dan kehidupan yang bermartabat, dan dengan demikian tampak keinginan bangsa yang dikomentari oleh Amerika ketika berkata; bahwa untuk “menjinakkan Arab harus membuat mereka merasa takut pada rakyat dan menghilangkan rasa tenang”, dengan dalih apa yang telah dihasilkan sejak dua bulan lalu setelah pemboman Afghanistan akan diamnya bangsa Arab “, karena itulah kita tidak menggantungkan diri setelah Allah kecuali pada keyakinan rakyat dengan aqidah mereka dan kesadaran terhadap tsaqafahnya sendiri, dan keteguhannya dalam meraih kembali hak-haknya dan mengambil kembali kebebasannya, dan kami yakin pada kemampuan rakyat dalam membedakan antara orang-orang yang mulia dan jujur dalam membela dan mempertahankan hak-hak mereka, dengan para penipu yang senang menghiasi dirinya dengan kata-kata dan berusaha melakukan kepalsuan akan keinginan rakyat.

Bersegeralah memberikan bantuan untuk menyelamatkan Al-Aqsha, harapan saat ini ditumpukan pada takyat dalam rangka menghentikan agresi Zionis sang perampas dan perang brutal terhadap tempat-tempat suci umat Islam, setelah terdapat sikap yang hina dan memalukan serta lambat dari pemerintah dan rezim Arab terhadap pembantaian yang dilakukan oleh Zionis di Gaza, dan upaya-upaya untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.

Dan rakyat Palestina sekarang ini tidak hanya membela tanah suci, kehormatan dan Negara mereka sendiri, namun membela dan mempertahankan martabat dan kehormatan bangsa, dan menjadi benteng perlawanan pertama terhadap berbagai agresi Zionis yang keji.

Selamat kepada seluruh rakyat di seluruh dunia, meskipun harapan mereka sedang tersita, mereka tetap keluar untuk mengusir para duta besar Zionis, menutup kedutaan besar mereka di beberapa negara, menutup kantor perwakilan perdagangan mereka, dan memboikot produk-produk Negara sponsor yang ikut andil dalam melakukan pembantaian setiap hari atas umat Islam, dan kepada mereka yang mendapat kesempatan untuk ikut andil dalam pemilu yang bebas, dengan serta merta rakyatnya mengusir semua pejabat yang ikut dalam kejahatan perang di Irak, dan berbohong kepada rakyat ]dengan membuat berbagai laporan palsu dan menyesatkan, sehingga berakibat pada kehancuran sebuah negara Arab yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ekonomi, dan rakyat yang memiliki semangat membara dalam menuntut dihentikannya negosiasi langsung dan tidak langsung, dan menghapus berbagai perjanjian damai yang palsu, mengirimkan konvoi bantuan lewat laut dan darat, dan alih-alih menanggapi terhadap tuntutan rakyat, kami menyaksikan orang-orang yang bersekongkol dengan musuh berusaha mengamputasi perjuangan pasukan perlawanan dan membunuh terntara pasukan perlawanan!, Karena itulah kami tegaskan kembali bahwa harapan setelah Allah ada di tangan rakyat; untuk menekan pemerintah dan para pejabat dan pemimpinnya; sehingga mau menghentikan pengepungan terhadap warga Palestina di Gaza, atau memainkan perannya dalam mensikapi pembantaian brutal dan keji yang terjadi Afghanistan dan Irak, Somalia dan Palestina.

Kami tidak akan pernah putus asa sama sekali ..

Imam Al-Banna: “Ayat-ayat Allah SWT, dan hadits-hadits Rasul-Nya, dan sunnatullah dalam mentarbiyah dan membina umat dan membangkitkan bangsa setelah hampir mengalami kepunahan, serta apa yang telah dikisahkan tentang kita dalam kitab-Nya .. semua itu menyeru kita untuk memiliki harapan yang besar, membimbing kita menuju jalan kebangkitan yang benar “, karena itulah, umat ini akan merasakan dan menikmati kehidupan yang bebas dan bermartabat, mampu memenangkan kehendaknya demi kepentingannya dan menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT dengan benar. Allah berfirman:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusaka hamba-hambaKu yang saleh”. (Al-Anbiya:105)

Allah juga berfirman:

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. (Al-Mu’min:51)

Bahwa ikhwanul Muslimin sangat yakin bahwa sunnatullah akan unggul, dan undang-undang Allah akan tetap, karena itu janganlah gentar dengan berbagai maneuver penangkapan atau adanya berbagai hambatan dan rintangan di dalamnya; karena Allah bersama kalian dan tidak akan menyia-nyiakan perbuatan kalian,

لِلَّهِ الأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ* بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ* وَعْدَ اللَّهِ لا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum:4-6)

Karena itu, semua pengorbanan akan terasa kecil ketika berada dalam membela yang benar, dan karena itu pula imam Al-Banna berkata setelah penangkapan terhadap dirinya: “bahwa masa penahanan ini merupakan cara paksa melakukan i’tikaf atau stasiun untuk menempuh perjalanan panjang, aku dapat memuraja’ah kitabullah dengan menghafal, menelaah dan mentadabburkannya, dan aku bisa mengenal dan bercampur baur dengan orang lain, dan aku mendapati diriku untuk berkhalwat melakukan perenungan jiwa, mengurai kembali peristiwa masa lalu untuk dapat berpikir dengan tenang dan hati-hati di hari mendatang, dan saya yakin bahwa kita tidak akan merugi sedikitpun dalam menghadapi segala ketentuan dan takdir Allah, karena apa yang terjadi dan menimpa kita dari berbagai siksa dan tekanan merupakan perkara yang menjadi bagian dari apa yang telah kita bermu’ahadah padanya, sehingga tidak terasa asing di dalamnya, sebagaimana hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh sedikitpun terhadap keyakinan dan janji kita, namun –hanya- memberikan kita isyarat dan petunjuk, memberikan peringatan kepada kita akan berbagai kebaikan, dan membuat mata kepala kita akan hakikat yang akan datang dan terjadi, bahwa apa yang telah kita alami tidak akan mampu menghentikan gerak dakwah ini, dan tidak akan membuat gentar para generasinya yang tetap yakin dan teguh walau harus mengorbankan darah dan harta.

وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمْونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21)

Segala puji hanya milik Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s