Sesuatu yang Tertinggal

hilangTiga hari yang lalu teman kerja sms ke saya. Dia bilang “Musa tolong ya besok ambil uang di kantor terus ambil 3 laptop di Computer City. Nanti ente bawa ke Pinrang ya”. Langsung saya balas “Sippp Oke”. Keesokan harinya saya berangkat ke TKP, buat menjemput rupiahnya. Sampai di sana eh bukan rupiah yang saya dapat. Hanya selembar kertas berisi logo sebuah bank. Ohhhh ini toh yang dibilang cek. Hahahaha… Seumur hidup baru pertama kali lihat yang namanya cek apalagi yang namanya mencairkan cek. Akhirnya saya pun dag dig dug, mau diapain nih barang. Akhirnya si Jupi saya tancap aja ke Bank yang logonya tercantum di cek itu. Tentunya sudah minta petunjuk sama teman tadi. Hahahaha… 😀 Eh, sebelumnya teman saya ini jauh lebih tua dari saya. Anaknya sudah 4 brooo…

Sampainya juga di bank, ambil nomor antrian dan nunggu sambil baca koran. Sekali-kali mata saya melirik ke orang-orang yang ada di sana. Tiba-tiba saya minder sendiri. Orang-orang pada pake sepatu mengkilap, pakaian rapi, gaya orang kantoran begitu. Saya??? Celana jeans, Baju kaos, jaket, daaannn sendal jepit :D. busyeettt malu-maluin banget nihh… Tapii pede aja kali.. Sugesti diri sendiri sambil nutup muka dengan koran :D. Tiba-tiba terdengar panggilan “No antrian 504 silahkan menuju counter 1”. Waah nomor saya nih. Koran kembali dilipat rapi dan saya berjalan menuju ke arah teller. Cuek aja sama yang lain g peduli mereka mau bilang apa tentang penampilanku pagi itu Hahahaaha. Seperti biasa, si teller melakukan SOP-nya nanya ini itu, minta ini itu. Setelah tanda tangan dan uangnya dihitung masukin ke amplop, saya cabut deh dari Bank itu. Lumayanlah puluhan juta rupiah sudah di tangan…

Naik motor sambil bawa 3 laptop kayaknya mustahil deh. Akhirnya saya memutuskan menghubungi teman untuk meminta bantuannya. Kami pun janjian dan akan ke sana selepas shalat Ashar. Jam 4 sore sepertinya waktu yang tepat untuk ke sana. Waktu yang ditentukan pun tiba. Kami berangkat dan macetpun menghadang. Si Jupi pun menjelma menjadi “Ular”. Tadinya berjalan lurus kini dia meliuk-liuk di antara mobil-mobil yang juga terkena macet. Perjalanan yang melelahkan namun akhirnya usai juga. Saya rogoh saku celana mencari “komunikater” (komunikasi plus senter). Tiiitt tiiitt tiitt tiiitt “Halo, Ramli??” tanyaku setelah terdengar suara dari seberang sana. “Iye” jawabnya. “Di mana kios ta?” tanyaku lagi. “Di lantai tiga. Cari meki saja kios ***in” jawabnya lagi. “Oke oke Assalamu alaikum” kataku samil memutuskan sambungan telepon.

Kaki kami mulai beranjak menapaki anak tangga satu per satu. Sampai akhirnya kaki kami berhenti di depan sebuah kios sederhana setelah sebelumnya kepala kami mendongak memperhatikan papan nama yang berjejer di depan kios-kios. Tiga buah laptop telah terhidang di meja siap untuk dieksekusi. Om Ramli pun menyodorkan nota pembelian dan kubalas dengan menyodorkan sejumlah uang sesuai dengan yang tertulis di nota tersebut. Oke bungkus deh laptopnya. Satu persatu laptop memasuki kantongan hitam disusul dengan tas laptop berwarna hitam. Sippp ayo pulang sebelum hujan turun.

Dua kantongan hitam berisi laptop dan tasnya kami bawa pulang. Siap eksekusi menuju Pinrang. Keduanya di titip dulu di rumah teman dengan alasan keamanan. Soalnya kamar kos saya sudah dua kali dibobol maling. Rencananya hari rabu pagi akan di bawa ke sana namun akhirnya dipercepat ke hari selasa karena yang pesan sudah butuh barangnya. Hari selasa pagi saya berangkat ke Pinrang dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan. Singkat cerita sampai di tujuan dan serah terima barang pun dilakukan. Namun sungguh mengejutkan, sesuatu hilang di dalam box salah satu laptop. Setelah di bolak-balik di bongkar-bongkar tidak ketemu juga yang dicari. Sesuatu yang sangat penting, charger laptop yang seharusnya ada di dalam box raup entah ke mana. Ternyata chargernya ketinggalan di kios ketika selesai diinstall. Wal hasil batal serah terima menunggu chargernya tiba.

Jadi teman sekalian perhatikan dengan seksama ketika membeli barang. Pastikan semuanya OK, aksesoris lengkap, tidak ada cacat dan semua berfungsi dengan baik. Kesabaran ketelitian dalam bekerja adalah hal penting. Ini mungkin hanya contoh sederhana tapi ketika yang kita kerjakan pekerjaan besar, maka kecerobohan karena kurang sabar atau kurang teliti itu bisa berakibat fatal. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s