COOPS : Ikut Seleksi (3)

interviewTanggal 29 Juni 2013 pengumuman seleksi tahap kedua akhirnya keluar juga. Muh. Nur Musa dinyatakan berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Weeewww 🙂 Alhamdulillah… Dari informasi panitia seleksi selanjutnya, wawancara dengan pihak PT INCO Tbk dilaksanakan tanggal 30 Juni 2011 (Tanggal ini hasil rekaman status FB) di Kampus Unhas Baraya. Wah, ternyata sudah besok wawancaranya. Kata teman-teman sih wawancaranya pake bahasanya Wayne Rooney alias Bahasa Inggris. Mau buat persiapan sepertinya tidak sempat. Yaa kita lihat saja besok bagaimana kondisi. Mending tidur sehingga badan fit saat diwawancarai nantinya. Kan g seru kalo wawancara tapi mukanya kayak bantal bin ngantuk atau baru bangun tidur. Hehehe :p Nanti yang wawancarai ill feel duluan 😀

Pagi 30 Juni 2011 tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya kecuali kalo hari ini saya akan mengikuti wawancara “kerja” pertama dalam hidupku. Saya memilih pakaian yang sederhana. Kemeja dengan celana panjang (bahan kain bukan jeans) dengan sepatu beserta ransel. Intinya tampak rapi. Saya dan Aulia (nebeng sama Aulia) menuju Kampus Baraya.  Kebetulan dia sudah punya motor sedangkan saya tidak :). Sesampai di sana suasana masih sepi. Hanya beberapa teman yang juga akan mengikuti wawancara hari ini. Waktu berjalan dan satu persatu peserta berdatangan. Ada satu orang senior yang langsung menarik perhatian dengan setelan jas dan dasinya. Karena belum kenal yaa makanya saya diam-diam saja. Tapi teman sejurusan ada saja yang meledekin dia. Hehehe. 😀 Mau ketawa juga sebenarnya tapi nanti dibilang tidak sopan tapi dalam hati ketawa sih 😀

Cukup lama kami menunggu di lorong-lorong kampus. Satu persatu kita berkenalan dan berbagi cerita. Ternyata sudah ada yang pernah mengikuti tes ini sebelumnya namun belum lulus. Sampai akhirnya panitia lokal datang dan membukakan ruangan. Setelah menyampaikan beberapa pengumuman kami pun kembali harus menunggu sampai pukul 11 pagi. Mereka yang ditunggu pun akhirnya datang. Sepasang manusia dengan penampilan khas karyawan kantor. Pak Anton Sudarisman dan Ibu Sarah Bungin. Keduanya oleh COOPS 16 disebut Bapak COOPS dan Ibu COOPS. Keduanya memperkenalkan diri dan menjelaskan apa itu program COOPS dan selanjutnya metode wawancara nantinya.

Proses wawancara pun dimulai. Urutan berdasarkan nomor daftar hadir. Jadinya saya harus menunggu cukup lama karena namaku berada di bagian bawah daftar hadir. Kembali harus menunggu. Namun menunggunya tidak terlalu membosankan. Ada teman diskusi yang cukup menarik. Dia punya wawasan yang luas dan pengalaman yang cukup membuatku tertarik. Rahmat Muallim namanya. Dia anak Geologi dan seangkatan denganku. Ternyata waktu wawancaranya berbeda-beda. Ada yang lama ada juga yang lama sekali dan ada juga yang tidak terlalu lama. Entah apa pertimbangannya, tidak ada yang tahu. Menjelang giliranku jantungku berdetak lebih kencang. Gugup, ya gugup rasanya. Namaku dipanggil, kulakukan ritualku ketika gugup. Stretching itulah yang biasa saya lakukan agar otot-ototku tak jadi kaku karena gugup. Kubaca doa semoga Allah memudahkan.. Bismillah…

Saya memasuki ruangan dan dipersilahkan duduk. Senyum dari bibir kedua orang tersebut dilontarkan kepadaku. Yaa refleks saja kubalas senyumnya dengan senyum pula. :). Gugupku tiba-tiba hilang dan menjadi rileks. Entah pengaruh senyum atau apa. Saya juga tidak mengerti. Dia kemudian menanyakan namaku dan agar saya mendeskripsikan diri tapi dalam bahasa Indonesia. Heran juga. Katanya dalam bahasa Inggris. Kemudian sebuah pertanyaan yang tidak akan saya lupa. Pak Anton bertanya “Kamu sudah punya pacar?”. “Apa??? kok pertanyaannya aneh-aneh begitu” tanyaku dalam hati. Saya jawab saja dengan singkat “Tidak punya Pak”. Pertanyaan ini tidak bisa saya lupakan karena tidak pernah terlintas sedikit pun dalam benakku kalo wawancara resmi seperti ini akan menanyakan sesuatu yang seperti itu. Dia kemudian menanyaiku tentang jenis musik yang saya senangi tapi kali ini dalam bahasa Inggris. Beberapa pertanyaan selanjutnya terkait pelajaran yang sudah dipelajari selama kuliah, tertarik dalam bidang apa dan kemampuan yang dimiliki. Mereka pun menanyakan tentang posisi yang diinginkan jika memang nanti lulus semua seleksi. Hanya itu beberapa pertanyaan yang bisa saya ingat. Wawancaranya pun tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 15-20 menit.

Okelah kalo begitu, kita tunggu saja hasil pengumuman yang tidak pernah disebutkan kapan akan diumumkan. Selama masa penantian ini kami semua bertanya-tanya kapan keluar hasilnya. Panitia lokal pun tak tahu. Jadinya kami hanya bisa menunggu sambil berdoa. Katanya nanti akan dihubungi lewat telpon. Akhirnya sekitar 2 pekan kemudian saya mendapat telepon dari Pak Dimas untuk mengikuti Medical Check Up di Ratulangi Medical Center. Sekali lagi Alhamdulillah berhasil lagi satu tahapan.

Selanjutnya akan saya ceritakan proses Medical Check Up yang juga baru pertama kali saya lakukan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s