Halaqah Tarbawi

Halaqah adalah salah satu sarana Tarbiyah. Halaqah ini adalah sebuah kelompok kecil yang beranggotakan seorang naqib dan beberapa a’dha, atau mad’u, atau bisa disebut dengan nama binaan. Halaqah biasa juga disebut dengan usrah (keluarga). Penamaan-penamaan ini sebenarnya adalah cerminan dari fungsi halaqah dalam membina, membentuk para anggotanya. Halaqah ini dilakukan setiap pekan dan memiliki agenda-agenda yang tersusun sehingga apa yang diharapkan dari pelaksanaannya bisa tercapai.

Kelompok kecil ini disebut halaqah karena orang-orangnya membentuk lingkaran ketika bertemu setiap pekannya. Jadi pada halaqah ini tak ada perbedaan posisi antara naqib dengan mad’u-nya. Berbeda dengan majelis ta’lim yang biasanya ustadz berada di depan sendiri dan jamaahnya berada pada barisan tersendiri. Namun pada halaqah posisi naqib itu membaur dengan mad’u-nya.

Kelompok kecil ini disebut usrah karena salah satu fungsi naqib yaitu fungsi orang tua. Naqib menjadi orang tua bagi mad’u-nya. Itulah salah satu keistimewaan kelompok ini karena ia dibentuk untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara sesamanya. Memberikan nasehat, solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh setiap pribadi di dalam usrah tersebut. Berbagi kabar gembira dan kabar duka serta saling memotivasi agar senantiasa komitmen dalam berislam.

Halaqah ini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kader-kader yang siap bekerja sebagai seorang da’i. Halaqah membentuk kader-kader yang memiliki komitmen yang kuat kepada islam dan komitmen kepada jama’ah. Halaqah mendidik agar peduli satu dengan yang lain. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya halaqah memiliki agenda-agendanya sebagai berikut :

  • Dibuka dengan kalimat basmalah. Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah saw yang memerintahkan kita untuk memulai aktivitas kita dengan kalimat basmalah.
  • Tilawah Al Qur’an secara bergiliran. Tilawah ini diharapkan mampu membersihkan hati, mengundang kehadiran malaikat, dan menjadi sarana memperbaiki kemampuan membaca Al Qur’an.
  • Taujih. Taujih adalah nasehat-nasehat yang disampaikan untuk memberikan penyucian hati, menguatkan komitmen berislam.
  • Kalimat Murobbi (naqib). Kalimat murobbi berisi dengan penjelasan (bayan), perintah (taklimat), atau informasi terkait kondisi jama’ah atau hal-hal yang dianggap perlu.
  • Infaq. Infaq ini bertujuan untuk membiasakan diri menyisihkan sebagian harta di jalan Allah. Infaq yang terkumpul bisa digunakan untuk kegiatan halaqah, membantu anggota halaqah yang membutuhkan, bahkan menjadi sumber dana kegiatan-kegiatan jama’ah.
  • Materi. Materi berisi tentang ilmu-ilmu agama (syariat) dan pemahaman tentang kejama’ahan. Biasanya diikuti dengan diskusi.
  • Setor hafalan ayat atau hadits
  • Mutabaáh amal yaumian. Mengevaluasi pelaksanaan amal-amal harian selama satu pekan terakhir
  • Qadhayah (berita duka)  wa rawa’i (berita bahagia). Setiap anggota halaqah menyampaikan masalahnya untuk dicarikan solusi bersama. Sedangkan berita bahagia sebagai bentuk pengamalan surat Ad Dhuha “dan atas nikmat Tuhanmu maka sampaikanlah”
  • Doa Rabithah
  • Ditutup dengan hamdalah.

Kurang lebih seperti itulah agenda suatu halaqah. Pengalaman pribadi saya dengan halaqah adalah sesuatu yang memberi banyak manfaat dalam hidup saya. Bertemu dengan orang-orang yang shaleh, saling menguatkan, berbagi kisah, bersama-sama dalam berbuat kebaikan adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi saya. Menjadi keluarga kedua yang suasana kekeluargaan begitu terasa. Tertawa bersama hingga menangis bersama. Bagaimana seorang anggota menceritakan masalah pribadinya yang membuat anggota halaqah yang lain terbawa ke suasana tersebut. Mereka merasa ini adalah masalah mereka juga. Sosok naqib/murobbi yang bijaksana memberikan solusi mengajarkan diri ini untuk tumbuh dewasa. Berbahagialah saya memiliki ini semua. Begitu banyak pelajaran yang didapatkan dari sini.

Pernah satu kali saya melakukan kesalahan. Ya namanya manusia tidak mau kesalahannya ditahu. Namun akhirnya ketahuan juga :). Saya ditelepon sama  murobbi saya
akh lagi di mana?” bisa temani saya jenguk ustadz bla bla bla??
Saya di rumah teman. Iya insya Allah bisa. Saya menuju ke sana sekarang” jawabku.

Setelah bertemu kami menjenguk Sang ustadz dan dia mengajak saja ke suatu tempat. Dia pun mulai menanyai saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih bernada candaan hingga akhirnya sampai serius. Beberapa nasehat disampaikannya dan saya merasa sungguh mereka mencintai saya. Tidak ingin melihat saya dalam keburukan. Bahwa di tengah kesibukan mereka ada perhatian yang diberikan untuk saya. Padahal mereka itu bukan siapa-siapa, tak ada hubungan darah. Yaa namun itulah halaqah (usrah) mempersaudarakan orang-orang beriman.

Masih banyak kisah yang tentang halaqah dan bagaimana ia mempengaruhi hidup ini. Halaqah bukanlah sesuatu yang harus dikultuskan. Tapi tak bisa dipungkiri halaqah ini memiliki arti yang penting dalam hidup saya. Baik sebagai manusia sosial ataupun sebagai hamba Tuhan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s