Fatwa-fatwa tentang Selamat Natal

Sore tadi saya sharing di twitter soal boleh atau tidaknya sesorang yang beragama Islam mengucapkan “selamat natal” terhadap sahabatnya yang non Islam. Saya melihat perdebatan di Twitter sudah seperti debat kusir, dan ironisnya yang terlibat debat kusir justru orang-orang yang dianggap senior, intelektual, dan jam terbang di masyarakat sudah tinggi.

Miris rasanya melihat kelakuan seperti itu di Twitter, apa ya tidak malu jika dilihat dan dibaca oleh followernya? Masalah utamanya adalah saya sangat yakin pihak yang pro dan kontra pengucapan selamat natal tersebut belum membaca fatwa baik yang pro dan kontra pengucapan selamat natal. Mengapa saya yakin? simple, mengutip redaksi fatwa saja salah.

twitter

Agar tidak terjadi kekisruhan maka tadi sore saya share di Twitter fatwa dari kedua kubu. Fatwa sendiri memang ranah “ijtihad” sehingga tidak bisa saling menggugurkan karena terkait situasi dan kondisi seorang mujtahid ketika mengeluarkan fatwa tersebut. Berikut ini adalah fatwa dari pihak pro dan kontra.

View original post 981 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s