Belajar dari Menanam Pohon

pohon

Pohon sangat ”akrab” dengan diri kita. Hampir tiap insan pernah menanam pohon. Dalam menanam pohon apapun, setidaknya kita selalu memeperhatikan lima kondisi agar menjadikannya unggul, berkualitas dan menjadi naungan sekelilingnya.
Siapapun yang menanam pohon, pasti memperhatikan bibit. Karena bibit yang unggul menentukan apakah suatu pohon kelak berkualitas atau tidak. Demikian pula karakter, sifat dan akhlak seorang muslim, adalah faktor penting bagi tumbuh atau tidaknya ia menjadi salah satu kelompok yang diunggulkan.
Faktor yang tidak kalah penting adalah tanah atau lingkungan. Sebuah bibit unggul sekalipun, jika tumbuh di tanah kering, tidak kondusif atau tercemar, akan menumbuhkan pohon yang tidak berkualitas. Begitupun manusia, apapun sifat dasarnya, jika hidup di lingkungan ”tidak sehat” besar kemungkinan akan tumbuh tidak berkualitas.
Pohon sangat membutuhkan air. Ia akan mati tanpa air. Demikian halnya jiwa manuia, ia butuh siraman air rohani. Tanpa siraman ini, jiwa manusia akan kering keronta, bagai pohon yang meranggas. Meski terkadang air datang karena turun hujan, tapi kita mesti sering menyirami pohon itu. Apalagi jika kemarau tiba, cepat atau lambat, pohon sendirilah yang mengusahakan air untuk dirinya. Siraman inilah yang bisa menjadikannya bertahan hidup dan tumbuh. Sama halnya dengan manusia. Ia mesti terus menyirami rohani dan jiwanya, supaya tetap sensitif pada kebenaran. Karena disanalah kita temukan hara petunjuk.
Pohon juga butuh cahaya matahari. Manusia pun demikian, ia tak bisa hidup tanpa cahaya hidayah illahi. Sebab cahaya hidup manusia adalah hidayah itu sendiri. Tanpa hidayah, hidup akan terasa hampa, gersang, sepi tanpa arah dan tujuan. Cepat atau lambat, tiap ranting pohon akan bergerak menuju cahaya matahari. Cepat atau lambat, manusia yang masih mendengarkan suara hatinya akan mencari hidayah illahi.
Dalam menanam pohon jangan lupa pula memberi pupuk, yang diperlukan untuk menunjang kehidupannya. Adakalanya bibit, tanah , cahaya, dan air tidak begitu bagus, namun jika pemupukannya benar, akan menghsilkn pohon berkualitas. Sifat dasar manusia boleh jadi biasa saja. Lingkunganpun tidak mendukung kearah kebaikan. Namun, jika ia terus mengkaji kebenaran, meresapi ajaran islam lewat terus menerus, memupuk diri dalam ilmu, dan amal islam, akan menghasilkan manusia berkualitas.
Dengan kelima faktor ini, sebuah pohon akan mempunyai akar yang kuat untuk menunjang hidupnya. Batangnya kokoh menahan terpaan angin. Daun – daunnya rimbun menyuguhkan keteduhan. Buahnya segar untuk para pengembara. Kekuatan akar ini tak lain prinsip hidup dan keimanan (tauhid). Batang adalah kepribadian (akhlak). aun – daun adalah kebijakan (hikmah). Dan buah – buah segar adalah ilmu yang diamalkan dan bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s