Blusukan atau Pencitraan?!

Beberapa waktu terakhir kata blusukan menjadi kata yang cukup popular dan menjadi perbincangan baik di media massa maupun warung kopi. Setelah menuai kontroversi (ketidakbakuannya) karena muncul dalam soal UN Bahasa Indonesia SMA kini blusukan mulai dibincangkan lagi setelah figur yang “memperkenalkannya” maju sebagai salah satu kandidat capres Negara kita.

Gaya blusukan atau turun langsung ke masyarakat memang sesuatu yang cukup berbeda di negeri ini. Blusukan menjadi sebuah “penenang” bagi masyarakat yang semakin hari semakin gelisah. Masyarakat gelisah dengan kehidupannya yang merasa semakin tak dipedulikan oleh pemimpinnya. Bagaimana tidak, apa yang terlihat oleh masyarakat melalui “kotak ajaib” dan media cetak dan online memperlihatkan seolah para pemimpin sibuk mengurus kepentingan pribadi masing-masing. Blusukan hadir sebagai pelepas dahaga akan pemimpin yang merakyat, pemimpin yang terkesan peduli dengan rakyat. Pemimpin yang tak menciptakan jurang pemisah dengan rakyat.

Rakyat mana yang tak suka dengan pemimpin model begini? Pemimpin yang peduli dan dekat dengan rakyatnya? Kita semua tentu merindukan pemimpin seperti ini. Pemimpin yang mau mendengar keluhan rakyatnya dan memberikan solusi atas permasalahannya. Pemimpin yang siap membawa negara ini kepada kesejahteraan. Bagi kita masyarakat tentu menjadi penghargaan tersendiri ketika pemimpin yang kita pilih siap mendengar aspirasi yang kita sampaikan.

Akan tetapi, interaksi langsung antara pemimpin dengan rakyat ini tentulah harus dilandasi dengan niat tulus sebagai bentuk bakti dan abdi kepada rakyat dan negara. Jangan sampai blusukan menjadi komoditas yang siap dipasarkan ke masyarakat melalui media-media bayaran. Blusukan dijadikan strategi cari muka kepada masyarakat dengan berbagai tujuan yang ujungnya pada kepentingan pribadi dan golongan. Tentu ini akan menjadi luka bagi rakyat ketika harapan yang telah dititipkan kepada Sang Pemimpin malah dikhianati. Ketika janji-janji yang telah diungkapkan tak ditepati.

Blusukan merupakan sebuah terapi psikologi atas renggangnya hubungan pemimpin dan rakyat. Maka blusukan hanyalah sebagian dari solusi utuh dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bahkan hanya sebagian kecil dari solusi. Blusukan tak akan menyelesaikan masalah yang sebenarnya karena ia hanya bisa selesaikan dengan kerja rapi dari seluruh elemen bangsa. Apatah lagi blusukan untuk cari muka. Bukannya memberikan solusi malah akan menambah permasalahan baru antara pemimpin dan rakyat. Tentu saja janji akan ditagih. Anda datang membawa harapan jangan sampai anda PHP-in rakyat. Katanya anda mau ini itu, melakukan perbaikan setelah kunjungan ini namun nyatanya nol besar. Karena kedatangannya hanyalah untuk cari muka membentuk gambaran yang baik di mata masyarakat yang lebih luas. Tak ada yang salah dengan pencitraan jika memang apa yang dicitrakan nyata telah terjadi. Anda berhasil mengurangi pengangguran dan menginformasikannya melalui media adalah sesuatu yang baik. Namun jika apa yang anda citrakan hanyalah kamuflase, sesuatu yang seolah-olah baik maka pencitraan seperti inilah yang harus dihindari. Jangan jadikan blusukan sebagai pencitraan negatif karena sebenarnya blusukan menjadi bagian dalam mengatasi persoalan bangsa ini. Kita butuh pemimpin yang peduli dengan rakyat, dekat dengan rakyat, dan bersahabat dengan rakyat. Semoga pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang akan melahirkan pemimpin yang benar-benar siap bekerja untuk rakyat, membangun kedaulatan Negara dan tak sekedar pencitraan (negatif) semata. Kita ingin pemimpin yang apa adanya, jauh dari kepura-puraan sehingga tak ada dusta di antara kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s