Berkenalan dengan Aptis

Aptis

Halo semuanya. Sudah lama saya tidak berbagi sesuatu kepada semuanya. Hari ini saya ingin berbagi pengalaman terkait sebuah tes Bahasa Inggris terbaru yang di rilis oleh British Council. Hari ini kita akan berkenalan dengan mas Aptis ini. Kata pepatah tak kenal maka kenalan. Hehehe. Sebuah keberuntungan bisa berkenalan dengan tes Bahasa inggris yang satu ini. Oke kita mulai ceritanya…

Jadi hari sabtu kemarin (19 September 2015) saya ditugaskan untuk mengawasi perangkat komputer dan jaringan yang akan digunakan untuk tes Aptis. Jadi tes ini dilakukan secara online dengan software khusus. Sekarang sih jaman tes online-online begitu. CPNS juga online kan? Nah kebetulan waktu itu ada peserta yang berhalangan hadir dan iseng deh nanya ke mbak yang dari British Council boleh gantiin yang berhalangan hadir mbak? Ternyata mbaknya mengiyakan dan saya pun turut jadi peserta. Nah ini latar belakang kenapa saya bisa ikut tes Aptis. Tidak penting amat kan ya 😀

Oke,, sekarang kita bicara deh tentang si Aptis.  Jadi ceritanya Aptis ini adalah sebuah jenis tes kemampuan Bahasa inggris yang dikembangkan secara mandiri oleh British Council. Kalo di Indonesia saat ini ada yang namanya TOEP “Test of English Proficiency” buatan Teflin untuk sertifikasi dan pengajuan NIDN untuk dosen. Katanya sih Aptis ini hadir bukan untuk menyaingi IELTS ataupun TOEFL. Aptis pun masih dalam tahap uji coba di sekitar 25 negara di dunia termasuk Indonesia. Jadi saat ini belum dikomersialisasikan dan belum bisa menggatikan IELTS atapun TOEFL sebagai persyaratan kemampuan Bahasa Inggris di kampus atau instansi lainnya. Tapi saya sih berpikir arahnya akan ke sana. Dengar-dengar akan jadi alternative untuk IELTS yang secara harga akan lebih murah dari biaya IELTS.

Itu tadi sekilas tentang Aptis. Nah sekarang saya ingin berbagi tentang komponen yang diujikan. Aptis akan menguji 5 hal, yakni Vocabulary and Grammar, Reading, Listening, Writing, dan Speaking. Dari pengalaman saya setiap komponen berbeda waktu pengerjaannya. Terus setiap komponen terpisah dalam sebuah model. Maksudnya gini, setelah saya selesai tes Listening misalnya, saya bisa beristirahat beberapa saat sebelum melanjutkan ke tes selanjutnya. Kita pun bebas memulai mau tes dari komponen mana terlebih dahulu kecuali speaking yang akan dilaksanakan dalam waktu tertentu. Tentu untuk menjaga kondusifitas tes ( . Kini kita bahas setiap komponen satu per satu 😀

Komponen Vocabulary dan Grammar pada Aptis akan menguji penguasaan di bidang kosa kata dan tata Bahasa. Jelas ya.. Soal dimulai dengan grammar. Diberikan satu atau dua kalimat tak lengkap  kemudian diberi 3 pilihan jawaban untuk melengkapi kalimat tersebut. Kalo g salah ingat ada 25 nomor soal seperti ini. Tes Grammar hanya seperti itu saja. Selanjutnya untuk vocabulary ada beberapa model soal.

Pertama akan ada beberapa kata yang akan dicari sinonimnya. Namun pilihan sinonim telah ditentukan dalam sebuah daftar. Misal kata yang akan dicari sinonimnya ada 5 kata maka pilihan jawaban akan lebih dari 5 kata. Contoh sederhana obvious = ….(clear; big; think; ….; drive) maka jawabannya adalah obvious = clear

Kedua model soal hampir sama dengan model yang pertama. Tapi kali ini kita mencari kata dari sebuah deskripsi yang diberikan. Contohnya di soal muncul express a same opinion is to ….. (agree; angry; …. ; serve) maka jawabannya adalah express a same opinion is to agree.

Ketiga modelnya juga hampir sama dengan yang model pertama. Tapi pada bagian ini kita diminta menyandingkan dua kata. Contoh big + …. (house; pilot; garden; ….. ; service) maka jawabannya adalah big house

Saya hanya mengigat 3 model soal untuk vocabulary ini.

Komponen selanjutnya dari Aptis adalah Reading. Beberapa model soal yang diperkenalkan adalah sebagai berikut :

Pertama akan ada sebuah teks yang kosong di beberapa tempat. Peserta diminta mengisi bagian kosong itu dengan 3 buah pilihan kata yang paling tepat.

Kedua akan ada sebuah teks yang kosong di beberapa tempat. Peserta diminta mengisi seluruh bagian yang kosong dengan sekumpulan kata yang telah disiapkan.

Ketiga akan diberikan beberapa kalimat yang tidak beraturan. Peserta diminta menyusun kalimat-kalimat itu menjadi sebuah paragraf yang bermakna.

Keempat akan diberikan sebuah teks (beberapa paragraf). Peserta diminta menentukan ide pokok atau heading dari setiap paragraf.

Berikutnya ada Listening. Tes Listening di Aptis ada 3 jenis soal yang sempat saya ingat.

Pertama memilih jawaban sesuai dengan kalimat yang diucapkan naratornya. Misalnya menyebutkan nomor telepon atau nomor ruangan.

Kedua terkait tentang penarikan kesimpulan dari ekspresi yang disampaikan narrator

Ketiga menjawab sebuah profesi berdasarkan deskripsi dari narrator

Tes listening Aptis cukup berbeda dengan IELTS dan TOEFL karena kita bisa mengulang sebanyak satu kali percakapan narrator. Jadi ketika putaran pertama kurang jelas kita bisa mengulang sekali lagi.

Berikutnya ada Writing. Menjelaskan tes writing ini cukup susah. Heheeh karena ini pertama kali saya mengikuti tes kemampuan Bahasa inggris yang ada writingnya. Jadi saya ceritakan saja alurnya. Di bagian pertama peserta diminta mengisi biodata singkat dan 3 hal yang menarik bagi dirinya. Kemudian pada bagian kedua kita dinyatakan masuk dalam sebuah club, dalam kasus saya clubnya adalah history club (klub sejarah). Pada bagian kedua ini saya diminta menuliskan mengapa sejarah menarik bagi saya dalam 20-30 kata? Kemudian diminta menuliskan sejarah negara saya (negara kita Indonesia :D).  Pada bagian ketiga,  kita dikondisikan sedang ngobrol bertiga dengan teman dalam history club. Anggota pertama bercerita kapan dia mulai tertarik dengan sejarah dan alasan dia masuk klub sejarah. Kemudia dia bertanya ke saya How about you? Pertanyaan itu yang harus kita jawab dengan tulisan. Kemudian orang kedua pun bertanya yang saya lupa apa pertanyaannya hehehe. Pada bagian keempat peserta diminta menulis email ke seorang sahabat tentang kunjungan wisata yang dibatalkan oleh klub dan sebuah surat kepada president klub terkait kejadian itu. Saya menangkap bahwa Aptis ingin menilai kemampuan kita dalam menulis pesan dalam Bahasa gaul dan Bahasa yang formal. Ini sih asumsi saya.

Nah komponen terakhir ada Speaking. Pada komponen ini peserta tidak akan berhadapan dengan manusia seperti dalam wawancara atau tes Speaking IELTS. Peserta akan berhadapan dengan komputer. Jadi, jawab aja sekenanya karena peserta tidak akan ditanya balik berdasarkan jawaban yang sudah dia berikan pada pertanyaan sebelumnya. Terus, peserta akan ditanya beberapa hal dan diminta menjawab dalam waktu tertentu. Ada yang 20 detik, 30 detik 1 menit dan 2 menit. Bagian selanjutnya komputer akan menunjukkan sebuah gambar dan meminta peserta untuk mendeskripsikannya. Setelah itu diikuti dengan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan gambar. Bagian berikutnya akan diberikan 2 gambar berbeda kemudian peserta diminta menjelaskan perbedaan keduanya. Setelah itu, diikuti beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan gambar. Bagian terakhir dari speaking ini akan ada 3 buah pertanyaan yang harus dijawab sekaligus dalam waktu 2 menit. Speaking sangat sebentar sekali. Hanya sekitar 15 menit. Semua jawaban yang kita ucapkan akan direkam oleh sistem dan dikirim ke server pusat yang katanya ada di Inggris untuk dinilai tim penilai. Begitu juga dengan komponen yang lainnya.

Oke.. ini sekilas gambaran tentang tes Aptis yang dilakukan oleh British Council. Sebuah pengalaman berharga bisa berkenalan dan bercengkrama lebih dahulu dengan si Aptis. Gratis lagi dan dapat makan lagi. Enak kan hehehe. Tentu saja karena ini untuk kepentingan riset mereka. Mungkin setelah tes ini dikomersilkan (dengar-dengar berkisar Rp. 800.000,- tergantung kurs rupiah terhadap dollar juga sih) tentu peserta tidak bakal dapat makanan gratis seperti para peserta yang ikut saat itu. Meskipun dapat sertifikat yang tidak bisa diapa-apakan karena belum diterima oleh instansi manapun sebagai manusia kudu harus tetap bersyukur. Kembali bisa mengukur kemampuan melalui sebuah tes yang akuntabel harusnya disyukuri. Sisa bersabar menunggu hasil yang katanya 3 pekan lagi baru jadi. Untuk lebih jelasnya teman-teman bisa berkunjung ke website British Council http://www.britishcouncil.org/exam/aptis/what

Terima kasih sudah bersedia membaca tulisan panjang yang tak berstruktur ini hehehe. Terakhir Buanglah sampah pada tempatnya dan jangan lupa bahagia 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Berkenalan dengan Aptis

  1. Saya tgl 22 sep kemarin juga dapat kesempatan tes APTIS gratis di Surabaya. Saya jg dapat topik history club utk sesi speaking, soal2 yang lain saya lupa 😀 Sayang sekali sertifikatnya tidak bisa diapa-apakan padahal saya dpt nilai lumayan bagus hehehe

    Like

  2. Saya jg dapat kesempatan tes APTIS gratis tgl 22 sep kemarin di Surabaya. Dapat soal writing test yg sama yaitu ttg history club, klo soal2 yg lain saya udah lupa 😀 Sayang sekali ya sertifikatnya tidak bisa diapa-apakan, padahal nilai saya lumayan hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s