Fujiwara Sai; Arti Sebuah Eksistensi

Fujiwara Sai (Sai) adalah seorang pemain catur Go yang 1000 tahun lalu bekerja sebagai instruktur Raja. Namun, suatu hari seorang instruktur lainnya menantang Sai dan posisinya saat ini menjadi taruhan. Pada pertandingan itu, Sai dicurangi dan akhirnya kehilangan posisinya saat itu. Sai keluar kerajaan, tanpa keinginan untuk hidup lagi sehingga ia memutuskan menenggalamkan dirinya di sebuah danau. Meskipun demikian, keinginannya untuk terus bermain Go yang tidak padam dan mencapai “The Divine Move” kemudian membawanya menjadi hantu yang terjebak dalam sebuah papan catur Go.

1000 tahun kemudian, seorang bocah SD bernama Shindou Hikaru  (Hikaru) tanpa sengaja membebaskan Sai dari papan tersebut. Sai pun seolah menempel pada diri Hikaru. Hanya hikaru yang mampu melihat dan mendengarkan Sai. Sai yang masih membawa keinginan untuk mencapai “The Divine Move” kemudian mengajak Hikaru bermain Go. Hikaru tidak mengerti sama sekali tentang Go sehingga ia hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Sai. Namun Sai mengatakan padanya untuk memahami setiap langkah yang ia perintahkan.

Hikaru yang kemudian berkembang akhirnya mulai memahami Go dan menjadi pemain Profesional. Ia mulai memainkan Go-nya sendiri dan tak melibatkan Sai dalam pertandingan. Keinginan Sai untuk melawan pemain Go terkuat (Touya Koyo)  pun mulai tampak sirna.

Hikaru yang mulai besinar membuat keberadaan Sai semakin pudar. Di titik inilah Sai menyadari eksistensinya sebagai arwah yang memegang batu Go pun tak bisa. Keinginannya yang kuat, namun tanpa eksistensi di dunia nyata memberikan tekanan tersendiri pada diri Sai.

Kurang lebih begitulah kisah seorang Fujiwara Sai, yang kembali bangkit namun tidak sepenuhnya memiliki eksistensi. Mungkin tidak akan terlalu terasa bagi teman-teman yang membaca cuplikan kisah di atas. Tapi, yang pernah membaca manga (komik jepang) Hikaru No Go akan mampu merasakannya😀 Kisah ini membawa pesan yang kuat tentang pentingnya eksistensi bagi kehidupan manusia. Salah satu fitrah manusia adalah ingin diakui keberadaannya di tengah lingkungan sosialnya. Itulah mungkin salah satu penyebabnya mengapa manusia butuh aktualisasi diri salah satunya agar orang lain mampu merasakan eksistensinya. Menjadi orang yang eksis itu wajar saja asal jangan berlebihan bro😀 sedikit-sedikit jegreg jegreg hehehe

Selain itu, kisah ini memberikan pesan bahwa eksistensi dibutuhkan untuk melakukan perubahan di dunia. Kamu tak bisa berbuat jika kamu tidak ada. Keinginan yang kuat saja tidak cukup jika tanpa keberadaan di medan laga. Hanya dengan aksi nyata mimpi dan cita-cita dapat terwujud. Hanya dengan tindakan visi akan terealisasi.
Satu lagi pesan yang bisa saya dapatkan dari kisah ini. Salah satu makna eksistensi yang disampaikan Hikaru di episode akhir kisah ini ketika ia ditanya oleh Ko Yoon Ha tentang tujuannya dalam bermain Go. “Menghubungkan masa lalu yang jauh dengan masa depan yang jauh” jawab Hikaru. Pernyataan ini merupakan sesuatu yang dalam. Keberadaan kita menjadi penyambung sesuatu dari masa lalu dengan masa depan. Pernyataan ini bisa dibawa ke ranah apapun. Misalnya bumi yang diwariskan oleh generasi terdahulu harus kita jaga agar kelak bisa kita wariskan ke generasi selanjutnya dalam keadaan layak. Atau ketika dibawa ke ranah ideologis dan pemikiran. Maka penting bagi kita saat ini menyampaikan ideologi tersebut ke generasi selanjutnya agar tetap eksis. Terkhusus bagi saya yang beragama Islam, maka pesan ini berarti bahwa saya harus menjadi penyambung ajaran Islam yang dibawa 1400-an tahun yang lalu kepada generasi yang akan datang selanjutnya.
Mungkin itu saja teman-teman. Eksistensi adalah fitrah manusia. Sebagai penutup jadikanlah eksistensi kita sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi diri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Eksistensi yang dirindukan kehadirannya bukan eksistensi yang diharapkan kesirnaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s