Ushul Ísyriin (20 Prinsip)

Hasan Al Banna

Agar seseorang mampu menjalankan ajaran agama Islam secara benar maka dituntut adanya pemahaman yang benar terhadapa ajaran agama Islam. Dr. Yusuf Qardhawi dalam Fiqh Prioritas mengatakan bahwa Ilmu lebih prioritas dibandingkan dengan amal. Tentu saja demikian karena amal yang tidak didasari ilmu akan lebih rentang mendatangkan mudharat dibanding manfaat. Jika merujuk ke beberapa hadits Rasulullah saw maka akan kita temui hadits-hadits tentang keutamaan ahli ilmu dibanding ahli ibadah.

Hasan Al Banna sebagai salah satu pembaharu Islam di abad 20 menyusun 20 prinsip yang hendaknya menjadi panduan kita dalam memahami Islam. Diharapkan dengan memahami prinsip ini maka ummat Islam, khususnya Anggota Ikhwanul Muslimin mampu mengamalkan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw. 20 Prinsip yang dikenal dengan ushul isyrin terangkum dalam rukun Al Fahmu, rukun pertama dari 10 rukun baiát Ikhwanul Muslimin. Anda juga bisa merujuk ke kitab Risalah Ta’lim untuk mendapatkan penjelasan tentang 10 rukun baiát Ikhwanul Muslimin dan Syarah Ushul Isyrin untuk penjelasan lebih lanjut.

Adapun 20 prinsip yang dimaksud sebagai berikut : Continue reading “Ushul Ísyriin (20 Prinsip)”

Advertisements

Aqidah Dasar Amal : Hati dan Fisik

hati

Tiada hari tanpa amal. Itulah kehidupan manusia. Ada yang beramal baik ada pula yang beramal buruk. Yaaa seperti itulah sunnatullahnya, setiap makhluk berpasang-pasangan. Setiap amal keburukan pasti akan dibalas dengan keburukan. Namun sadarkah kita bahwa tidak semua amal kebaikan itu akan dibalas dengan kebaikan di sisi Tuhan??? Kenapa bisa?? Kok begitu??? Adilkah Tuhan jika seperti ini?? tanya ibu Budi..

Coba kembali kita renungi, ingat-ingat, 2 buah hadits Nabi Yang Mulia Muhammad saw yang kemudian oleh para ulama ditetapkan sebagai dua syarat diterimanya amal ibadah (amal kebaikan) seseorang. Hadits pertama yang mungkin kita banyak yang menghafalkannya meski tidak sempurna. Sebuah hadits yang diriwayatkan Continue reading “Aqidah Dasar Amal : Hati dan Fisik”

Makna Jihad (Islam adalah Jihad)

jihadJahada menurut bahasa berarti kemampuan, kekuatan, dan kesulitan, sebagaimana kata ini juga digunakan untuk menggambarkan pekerjaan yang melelahkan dan medan yang sulit. Karena itu, menurut bahasa, jihad didefinisikan dengan berlebih-lebihan, mengerahkan segala kemampuan dalam perang, atau apa pun yang dikerjakan dengan segenap kemampuan.

Sedangkan menurut istilah, jihad adalah menggunakan segala kekuatan dan sarana yang mungkin digunakan, untuk menciptakan perubahan umum dan menyeluruh yang dapat meniggikan kalimat Allah.

Sudah merupakan Sunatullah bahwa kehidupan ini tidak akan lurus dan baik kecuali jika ada pembelaan dan manusia melaksanakannya.

“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang diberikan) atas alam semesta.” (Al-Baqarah: 251)

Agama Allah tidak akan unggul kecuali jika para pemeluknya mempertaruhkan hidup demi agama itu.

“Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian Continue reading “Makna Jihad (Islam adalah Jihad)”

Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 8)

al-ikhwan.net
إن دعوة الإخوان دعوة عامة لا تنتسب إلى طائفة خاصة، ولا تنحاز إلى رأي عرف عند الناس بلون خاص ومستلزمات وتوابع خاصة، وتعتقد أن الخلاف في فروع الدين أمر لا بد منه ضرورة، والإجماع على أمر واحد في فروع الدين مستحيل، بل هو يتنافى مع طبيعة الدين

Dakwah Ikhwan adalah dakwah ammah –dakawah untuk umum- tidak menisbahkan dirinya pada satu golongan tertentu, tidak juga mengikuti pemikiran tertentu, warna tertentu atau pengikut aliran tertentu.

Ikhwan meyakini bahwa beda pendapat dalam masalah furu’ –cabang-cabang agama- adalah keniscayaan. Konsensus terhadap satu permasalahan cabang itu mustahil. Bahkan tidak sesuai dengan tabiat agama ini. Tidak diangkat suatu beda pendapat –diadukan- kecuali dengan adanya khalifah, (Dakwatuna: Ar-Rasail;1/23-25) dan pendapat khalifahlah yang dianut, dan pendapat wakilnya; dalam perkara yang tidak ada dalilnya, yang mengandung arti banyak, dalam hal mashalih mursalah –kebaikan yang masih diharapkan atau dipridiksi tercapainya-, yang itu tidak bertentangan dengan kaidah syariah, (Risalah Ta’alim: Ar-Rosail;1/269). Continue reading “Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 8)”

Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 7)

al-ikhwan.net

تبنى العقيدة الصحيحة على أساس آيات الكتاب الجكيم، وأحاديث الرسول – صلى الله عليه وسلم – وسير الصالحين، ومسالك الموقنين، من غير التفات إلى نظريات فلسفية، أو أقيسة منطقية، وإنما من خلال لفت الأنظار إلى عظمة الباري في كونه، وإلى جلال صفاته بالنظر إلى مخلوقاته، والتذكير بالآخرة في أسلوب وعظي، بطريقة لا تعدو جلال القرآن الكريم في هذه المعاني كلها (1).

Aqidah (sambungan bab Siasat Tarbiyah)

Aqidah yang benar dibangun di atas pondasi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi saw., sirah orang-orang shalih, perjalanan orang-orang yang yakin –al-muuqiniin-, tanpa terperosok dalam teori-teori filsafat, atau logika-logika mantiq, akan tetapi dengan cara merenung pada keagungan Dzat Pencipta di alam maya pada ini, lewat keagungan sifat-sifat-Nya dengan cara melihat makhluk-makhluk-Nya dan selalu mengingat kehidupan akhirat dengan pendekatan menyentuh qalbu -uslub mauizhah-, dengan metode yang tidak menyalahi keagungan Al-Qur’an dalam hal tersebut di atas, (Al-Muadzakirat;64).
Continue reading “Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 7)”

Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 6)

al-ikhwan.net
Siyasah Tarbiyah (Strategi Tarbiyah)

al-ikhwan.net – Strategi Tarbiyah bagi Jamaah bertujuan untuk menanamkan mabadi’ atauPprinsip-Prinsip Dasar Jamaah di hati anggota ikhwan.

Di antara prinsip-prinsip dasar yang sangat urgen di awal proses tarbiyah adalah:

1 – أن الإسلام معنى شامل ينتظم شؤون الحياة جميعاً، ويفتي في كل شأن منها، ويضع له نظاماً محكماً دقيقاً، ولا يقف مكتوفاً أمام المشكلات الحيوية والنظم التي لا بد منها لإصلاح الناس (1).

2 – أن مهمتنا سيادة الدنيا وإرشاد الإنسانسة كلها إلى نظم الإسلام الصالحة، وتعاليمه التي لا يمكن بغيرها أن يسعد الناس (2).
Continue reading “Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna (Bag. 6)”