PK adalah …

PK adalah ...PK atau Persiapan Keberangkatan, sebuah program pembekalan yang diberikan LPDP kepada (calon) awardeenya. PK berlangsung selama 5 hari plus 1 hari acara penutupan di akhir rangkaian acara. Begitu banyak persepsi tentang PK bagi yang belum merasakan. Namun begitu banyak kenangan dari PK bagi yang telah mengikutinya. Kurang lebih seperti itulah fakta lapangannya. Silahkan tanya yang lain jika tak percaya. 😀 Btw, beredar kabar bahwa PK sebenarnya singkatan dari Pak Kamil (PIC PK LPDP RI) bukan Persiapan keberangkatan. Entahlah ini benar atau tidak. Tapi satu hal yang pasti PK memang berada di bawah kendali PK.

Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya selama Pra-PK hingga selesai PK. Terlalu sayang rasanya jika nilai-nilai yang saya dapatkan selama ini hanya menjadi konsumsi pribadi. Semua ini tentu bermula dari pendaftaran, wawancara hingga akhirnya masuklah masa-masa Pra-PK. Persepsi sebagian orang, lulus wawancara LPDP akan memasuki masa tenang dan tinggal menunggu jadwal PK. Namun kenyataannya, evolusi PK menyebabkan persepsi ini salah total. PK LPDP kini telah bertransformasi menjadi sebuah program yang tak hanya 1 pekan dan selesai, namun ada yang namanya Pra-PK. Pra-PK berisi berbagai tugas yang harus dikerjakan dan akan mendapatkan penilaian dari tim PK LPDP sebagai salah satu syarat mendapatkan Sertifikat PK LPDP (Kaos merah juga mungkin kali yaa :D).

Pra-PK dimulai ketika undangan masuk milis telah diterima. Selanjutnya angkatan biasanya membuat group di instant messenger seperti WA, Telegram, ataupun Line untuk memudahkan komunikasi. Soalnya milis kurang cepat untuk mengakomodasi kebutuhan atas informasi yang cepat. Tugas pertama memilih ketua angkatan yang akan berkoordinir dengan Tim PK LPDP. Posisi Ketua sangat vital karena segala komunikasi tentang PK harus lewat ketua. Jadi memilih ketua angkatan sangat disarankan memilih orang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga segala pesan dapat tersampaikan dengan sempurna. Continue reading “PK adalah …”

Sebatang Punya Cerita

Rumah Pintar Hargtirti

Oleh Made Dharmesti Wijaya
(Awardee LPDP PK-43)

*Sebatang adalah sebuah dukuh di desa Hargotirto Kokap Kulonprogo Yogyakarta

Salam budaya!
Semoga report ini bisa sedikit memberikan gambaran tentang sebatang bagi teman-teman sekalian.

Pagi itu, 13 Oktober 2015, saya bersiap untuk berpetualang ke desa yang selama ini hanya saya dengar dari teman-teman jogja. Hargotirto. Dukuh Sebatang tepatnya. Berbekal motor pinjaman dan gps, saya menelusuri jalanan jogja – wates yang ternyata cukup membuat pantat mati rasa :p

Appetizer yang disuguhkan dalam perjalanan ini adalah keindahan panorama waduk sermo. Sungguh lebih dari cukup untuk menghilangkan kelelahan selama perjalanan tadi.

Main course tentu saja dukuh kita tercinta. Sebatang.
Jalanan menuju dukuh ini cukup aduhai, tetapi mas aziz dan mbak ela tampaknya sudah hafal medan. Harap hati-hati kawan, salah-salah bisa nyasar (info lengkap tanya korban langsung -> mas musa dan istri :p )
Kami disambut ramah oleh bapak Rubino dan disuguhi segelas teh panas. Perbincangan berbau PK masih menjadi topik hangat kala itu. Belum_bisa_move_on.com

Siang itu mas aziz mengantarkan saya menuju rumah pintar di Dukuh Segajih. Sayangnya saya hanya bisa melihatnya dari luar karena pintunya terkunci. Tidak jauh dari sana, ada balai terbuka tempat seperangkat gamelan disimpan. Agak sedikit berbeda dengan yang biasa saya lihat di Bali, ada gong, bonang, kenong, itu saja yang saya tahu 😦  Continue reading “Sebatang Punya Cerita”

Surat Cinta untuk Papeda

FB_IMG_1444634108205
My Sunshine, Papeda…
Hari ini aku termenung, terpenjara dalam rindu ingin bertemu
Bila kusibak kembali tirai memori, kusadari kalian sungguh berarti
Tiga bulan lebih menemani pagi, siang, dan malamku
Menggangguku dengan obrolan mayamu
Kadang aku merasa asing, kadang aku merasa kalian tak cukup penting
Hingga masa itu mempertemukan kita
Menerjemahkan tiap kata di grup WA
Menjelaskan siapa aku, siapa kamu, siapa kita
My Sunshine, Papeda…
Kalian begitu berarti, membuang jauh identitas diri
Menyatu tak kenal waktu
Menguntai tawa, menebar kasih, menyulam peduli
Masih kuingat bagaimana minyak angin itu memutar menghampiri mata-mata kita
Menjaga agar tetap terjaga
Aku tertawa,,,
Masih kuingat kita habiskan malam dengan daily report di ujung jari
Mengetik narasi, mengunggah gambar, memposting informasi
Di pojok sana jari-jari lain menanggapi
Aku tersenyum…
Masih kuingat wajah tiga ketua kita
Orang-orang hebat yang merelakan dirinya menjadi jaminan
Siap bertanggungjawab atas kelalaian anggotanya
Aku bangga…
Masih kuingat saat salah satu keluarga kita belum bisa bergabung, hampa…
Saat salah satu keluarga kita kehilangan kakeknya, sedih…
Saat salah satu keluarga kita harus pulang lebih cepat, hilang…
Aku menangis…
Masih kuingat dalam tiap integrity sport
Tim cewek menang dan tim cowok kalah
Benar juga kalau cewek papeda lebih bringas
Aku benar-benar tertawa…
Tapi percayalah kemenangan Hawa karena support penuh dari sang Adam (Jangan dipersempit hanya untuk ketua ketiga :))
Dan kita buktikan dengan medali kemenangan menggantung di dada
Lupakan saja itu kategori apa… 🙂
Aku masih ingat dalam tiap sesi Bu4U
Kita berjalan sesuai kata hati, tidak terikat aturan main yang disepakati
Menjadi pemecah kekakuan, bertindak antimainstream, pusat sorotan dan perhatian
Aku masih ingat perjuangan kita saat outbond
Kita taklukann ketakutan, kita satukan kekuatan
Siapakah mereka yang meluncur menantang dunia?
Siapakah mereka yang dengan mantap menapak kaki pada bidang vertikal?
Siapakah mereka yang bergantungan di atas jurang terjal?
Siapakah mereka yang melangkah pada titian penuh ancaman?
Dan siapakah mereka yang dengan gagah membidik sasaran?
Ah, kalian luar biasa…
Hingga hari terakhir tiba, kita berubah menjadi sosok berwibawa
Melepaskan semua kesan acuh, mengenalkan pada dunia siapa aku dan kamu
Bekerja tak kenal lelah, bertanggungjawab pada amanah
Wajah lusuh, tubuh rapuh, namun semangat membara di dada
Kita lakukan yang kita bisa, kita buktikan pada dunia
Kitalah pemimpin Indonesia
My Sunshine, Papeda…
Jika aku lebih banyak diam, itu karena aku tak pandai dalam olah verbal
Namun hatiku tak pernah salah, memilih orang yang pantas untuk disayang
Dan hari ini kukatakan, aku bangga menjadi bagian dari Papeda…
Minggu, 11 Oktober 2015
Nasrul Millah
*Papeda adalah salah satu nama kelompok dari Persiapan Keberangkatan (PK) angkatan 43 LPDP RI

Berkenalan dengan Aptis

Aptis

Halo semuanya. Sudah lama saya tidak berbagi sesuatu kepada semuanya. Hari ini saya ingin berbagi pengalaman terkait sebuah tes Bahasa Inggris terbaru yang di rilis oleh British Council. Hari ini kita akan berkenalan dengan mas Aptis ini. Kata pepatah tak kenal maka kenalan. Hehehe. Sebuah keberuntungan bisa berkenalan dengan tes Bahasa inggris yang satu ini. Oke kita mulai ceritanya…

Jadi hari sabtu kemarin (19 September 2015) saya ditugaskan untuk mengawasi perangkat komputer dan jaringan yang akan digunakan untuk tes Aptis. Jadi tes ini dilakukan secara online dengan software khusus. Sekarang sih jaman tes online-online begitu. CPNS juga online kan? Nah kebetulan waktu itu ada peserta yang berhalangan hadir dan iseng deh nanya ke mbak yang dari British Council boleh gantiin yang berhalangan hadir mbak? Ternyata mbaknya mengiyakan dan saya pun turut jadi peserta. Nah ini latar belakang kenapa saya bisa ikut tes Aptis. Tidak penting amat kan ya 😀

Oke,, sekarang kita bicara deh tentang si Aptis. Continue reading “Berkenalan dengan Aptis”

Untukmu Teman Seperjuangan

image

Pagi ini matahari bersinar terang. Seperti yang prediksikan semalam. Larut dalam kegelepan malam selalu ada keyakinan bahwa besok ada hari yang lebih cerah. Diiringi dengan doa ma’tsurat ” Ya Allah sesungguhnya saya hidup pagi ini dengan limpahan nikmatMu, kesehatan dariMu, dan dalam perlindunganMu. Doa ini mengigatkan kepada kalian teman seperjuanganku. Allah mengirim kalian sebagai sebuah nikmat yang begitu besar.

Berkumpul dengan kalian di dunia maya menjadi sebuah sebuah kesyukuran. Mengamati segala gerak gerik kalian memberi kebahagian sendiri :). ada yang saling copy paste komentar, ada yang penuh kisah heroik, ada yang suka keluar masuk group, ada yang rajin dengan informasi dan iklan-iklannya, si pongoro bersaudara dengan kekocakan dan kekacauannya yang selalu memenuhi group dengan “hahahaha”, ada yang selalu tampil cool, elegan, dan profesional, si duo spesialisasi kado, si fulan dengan postingan tidak jelasnya, dan para silent reader yang hanya muncul ketika ada kabar gembira 😀 Peace v^_^ dan berbagai karakter yang ada di dalamnya. ahh hampir lupa seragam yang tak jadi-jadi dan kelompok qurban yang sepertinya tak berjalan lancar 🙂

Teman, Ingin sekali rasanya mengumpulkan kalian semua seperti waktu kita semua masih di kampus :D. Tersenyum dan tertawa bersama, makan bersama, ngobrol dengan berbagai topik yang tidak ada habisnya. Meskipun dulu kalo kita berkumpul kadang saling cuek, tak menyapa namun melihat kalian tertawa itu membuat saya bahagia. Tak bosan mengumpulkan kalian dalam berbagai momen dan kesempatan. Meskipun mungkin hanya 3-5 kali pertemuan.

Hari ini mengumpulkan kalian mungkin sangat sulit, hanya bisa mengmpulkan kalian di dunia maya dan dalam doa-doa yang terpanjat kepada Allah. Mungkin sebagian dari kalian akan menjadi saksi atas keburukanku di akhirat kelak. Namun, saya bahagia bisa mengenal kalian di dunia. Terima kasih ya Allah Engkau masih berkenan menutup keburukan-keburukanku di hadapan mereka. Sebuah catatan Untukmu Teman Seperjuangan

Kemana Kita Menuju?

Jalan kehidupan

Kita semua terlahir ke dunia tanpa membawa apa-apa. Lahir sebagai manusia yang bersih tanpa hasrat, ambisi, dan sebagainya. Kita hanya tahu cara menangis. Kita lapar maka kita menangis. Buang air pun kita menangis untuk memberi sinyal kepada ibu atau orang yang ada di sekitar kita. Kemudian kita tumbuh secara fisik, mental, dan pemikiran. Badan kita bertambah besar. Mental kita semakin dewasa. Pemikiran kita semakin tajam. Hati dan pikiran kita terus kita kembangkan mengikuti pertumbuhan fisik yang juga semakin hari semakin berubah.

Di tengah perjalanan hidup ini, manusia menempuh jalannya masing-masing. Namun kemudian pertanyaannya, “ke mana kita menuju?”. Apakah kita sudah menetapkan tujuan yang benar dari kisah perjalanan hidup kita? Kemudian apakah jalan hidup yang kita pilih akan mengantarkan kepada tujuan yang telah kita tetapkan? Tujuan hidup adalah sesuatu yang given dari Tuhan. Manusia tidak punya pilihan dalam menentukan tujuan hidupnya. Namun manusia kemudian diberi pilihan kendaraan apa yang dia gunakan untuk menempuh jalan hidup menuju tujuannya. Tuhan pun telah menetapkan rambu di setiap persimpangan jalan yang akan kita lewati. Oleh karena itu, kita menemukan fakta bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk beriman kepada Tuhan yang benar atau tidak. Bahkan orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan pun tetap mendapatkan hak-hak kemanusiaannya dari Tuhan seperti rezeki, kesehatan, maupun batasan umur hidup di dunia.

Pernah suatu waktu Rasulullah saw menjelaskan tentang jalan hidup manusia Continue reading “Kemana Kita Menuju?”