Kemana Kita Menuju?

Jalan kehidupan

Kita semua terlahir ke dunia tanpa membawa apa-apa. Lahir sebagai manusia yang bersih tanpa hasrat, ambisi, dan sebagainya. Kita hanya tahu cara menangis. Kita lapar maka kita menangis. Buang air pun kita menangis untuk memberi sinyal kepada ibu atau orang yang ada di sekitar kita. Kemudian kita tumbuh secara fisik, mental, dan pemikiran. Badan kita bertambah besar. Mental kita semakin dewasa. Pemikiran kita semakin tajam. Hati dan pikiran kita terus kita kembangkan mengikuti pertumbuhan fisik yang juga semakin hari semakin berubah.

Di tengah perjalanan hidup ini, manusia menempuh jalannya masing-masing. Namun kemudian pertanyaannya, “ke mana kita menuju?”. Apakah kita sudah menetapkan tujuan yang benar dari kisah perjalanan hidup kita? Kemudian apakah jalan hidup yang kita pilih akan mengantarkan kepada tujuan yang telah kita tetapkan? Tujuan hidup adalah sesuatu yang given dari Tuhan. Manusia tidak punya pilihan dalam menentukan tujuan hidupnya. Namun manusia kemudian diberi pilihan kendaraan apa yang dia gunakan untuk menempuh jalan hidup menuju tujuannya. Tuhan pun telah menetapkan rambu di setiap persimpangan jalan yang akan kita lewati. Oleh karena itu, kita menemukan fakta bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk beriman kepada Tuhan yang benar atau tidak. Bahkan orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan pun tetap mendapatkan hak-hak kemanusiaannya dari Tuhan seperti rezeki, kesehatan, maupun batasan umur hidup di dunia.

Pernah suatu waktu Rasulullah saw menjelaskan tentang jalan hidup manusia Continue reading “Kemana Kita Menuju?”

Di Balik Ujian Hidup Kita

http://lalumaspanjhye.blogspot.com
http://lalumaspanjhye.blogspot.com

Hidup ini menjadi indah karena ada dinamika di dalamnya. Roda kehidupan terus berputar. Silih berganti di atas dan di bawah sehingga suatu waktu kita bisa sampai tujuan. Kadang kita harus bersedih agar mampu merasakan indahnya kebahagian. Kadang kita harus sakit agar dapat menghargai arti sebuah kesehatan. Semua itu silih berganti, kelapangan dan kesempitan, kesulitan dan kemudahan, dan berbagai macam rasa, kondisi, emosi yang harus dihadapi oleh manusia dalam hidupnya.

Tak mudah memang ketika kita harus menerima cobaan dan ujian, menghadapi hal-hal yang tak kita inginkan. Namun itu bukan berarti tak mungkin. Bukankah Tuhan tak akan membebani manusia dengan beban yang tak bisa mereka pikul? Atau di lain waktu dikatakan setelah kesulitan ada kemudahan. Atau Tuhan bersama dengan orang-orang yang bersabar. Artinya tak ada ujian yang tak bisa dilewati. Semua tergantung kepada manusia. Sejauh mana usahanya untuk melewati ujian-ujian yang datang menghampirinya.

Dalam kenyataannya kita bisa melihat berbagai macam reaksi manusia atas ujian yang ada. Ada yang keep move on dengan prasangka yang baik. Ada yang prasangka baik namun berada dalam keadaan pasrah, ada yang move on namun diikuti dengan berbagai caci cela dan prasangka buruk. Celakanya ada juga yang merasa hidupnya tak perlu lagi untuk dilanjutkan. Mereka berputus asa terhadap masa depan dan harapan yang masih terbentang di masa depan. Masa yang masih gelap bagi kita semua.

Reaksi-reaksi yang kita munculkan ini tentu saja mencerminkan kualitas pribadi kita. Respon kita menunjukkan siapa diri kita. Tuhan telah menentukan standar kelulusan kita. Apakah kita mampu memenuhi standar-standar yang tak pernah kita ketahui itu? Maka sebagai manusia kita hanya perlu bekerja keras, berdoa penuh harap kepada Tuhan dengan segala prasangka baik padaNya. Bukankah segala hal dari Tuhan adalah sesuatu yang baik karena dialah yang Paling Sempurna Belas Kasih dan RahmatNya. Tuhan hanya ingin melihat seberapa besar usaha kita untuk melalui segala rintangan kehidupan yang membentang sepanjang jalan hidup kita.

Namun di balik itu semua Tuhan Yang Maha Kuasa ingin menunjukkan Kekuatan dan Kebesarannya kepada makhlukNya agar mereka senantiasa bersyukur dan berserah diri padaNya. Dia ingin kita selalu merasa dekat padaNya karena Dia begitu menyayangi kita sebagai makhlukNya.

Hidup adalah . . .

Hidup adalah perjuangan
Maka hidup butuh pengorbanan karena tiada perjuangan tanpa pengorbanan

Hidup adalah pilihan
Maka hidup selalu beresiko karena pilihan memiliki resiko masing-masing

Hidup adalah ujian
Maka hidup butuh kesabaran karena ujian selalu menuntut kesabaran

Hidup adalah amanah
Maka hidup menuntut tanggung jawab karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya

Hidup adalah perjalanan panjang
Maka hidup harus dengan cinta karena cintalah yang menjadikan sesuatu menjadi indah

Hidup adalah kebersamaan
Maka hidup harus saling percaya karena kebersamaan akan terjaga dengan kepercayaan
Hidup adalah ladang amal
Maka hidup haruslah ikhlas karena hanya amal yang ikhlas yang diterima Sang Pencipta