RISALAH IBRAHIM AS.

Oleh : Imam Hasan Al Banna

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.
Amma ba’du.

Ikhwan yang terhormat…

Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Kita panjatkan puji syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah swt., karena Dia telah mencurahkan nikmat yang besar dan agung ini kepada kita, yaitu nikmat bercinta dan bersatu karena-Nya serta nikmat tolong-menolong dalam rangka menegakkan kalimat-Nya dan membela syariat-Nya. Sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pemberi pertolongan.

Ikhwan sekalian…

Kita sedang berada dalam sebuah pertemuan yang kental dengan nuansa persaudaraan dan keruhanian. Dalam pertemuan ini, terlihat nikmat akbar dan karunia agung dari Allah, yaitu sebuah nikmat yang senantiasa disebut-sebut oleh Allah di hadapan kita, nikmat persaudaraan yang telah menyatukan hati kita, mempersaudarakan ruh kita, dan mewujudkan dalam diri kita suatu kenikmatan yang tidak bisa diketahui kecuali oleh siapa yang pernah merasakannya secara nyata.

Memang, di antara perasaan-perasaan hati, ada yang tidak bisa digambarkan dengan ungkapan lisan. Nikmat kecintaan dan persaudaraan karena Allah, mengandung makna spiritual yang buahnya tidak bisa dirasakan selain oleh mereka yrang terlibat di dalamnya. Persaudaraan, wahai Akhi, selain merupakan kenikmatan di dunia, juga merupakan keselamatan di akhirat. Ringkasnya, cinta adalah kelezatan, buah, dan faedah, yang tidak bisa diketahui kecuali oleh siapa yang pernah merasakannya secara sungguh-sungguh dan benar. Kita memohon kepada Allah swt. agar Dia menyatukan kita di atas landasan kecintaan dan persatuan karena-Nya. Sesungguh-nya Dia Maha Mendengar dan Maha
Mengabulkan.
Continue reading “RISALAH IBRAHIM AS.”