Al-Qur’an Menurut Hasan Al-Banna

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Wahai Ikhwan yang terhormat, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Sebelum kita memasuki kajian tentang kitab Allah swt. saya ingin mengingatkan wahai Ikhwan, bahwa ketika menyampaikan kajian-kajian ini, kita tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan melakukan analisis ilmiah. Tujuan kita adalah membimbing ruhani dan akal untuk memahami makna-makna umum yang disinggung dalam Kitabullah. Sehingga dari sini kita dapat memiliki sarana untuk memahami Al-Qur’anul Karim, ketika kita membacanya. Dengan demikian, kita telah melaksanakan sunah tadabur, tadzakur, dan mengambil pelajaran sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Allah swt.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Sesungguhnya Kami telah mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran itu?” (Al-Qamar: 32)

iوَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِر

“Ini sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan orang-orang yang mempunyai pikiran mengambil pelajaran.” (Shaad:29)

Ikhwanku yang tercinta….

Kajian-kajian tentang ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim yang hendak saya sampaikan ini, tidak saya maksudkan menghimpun secara lengkap dan luas aspek-aspek ilmiah dalam tema yang sedang kita bahas, tetapi saya sekedar ingin mengarahkan ruhani, hati, dan pikiran kepada maksud-maksud luhur yang dikehendaki oleh Kitab Allah swt, Al-Qur’anul Karim, ketika mengemukakan suatu pengertian. Jika ini telah terwujud, wahai Akhi, maka di depan Anda dan di depan para pembahas yang lain terbuka pintu yang lebar untuk mengadakan kajian dan analisa. Silakan mengkaji sekehendak Anda dan mempelajari sedetail-detailnya.

Sungguh saya percaya, Ikhwan tercinta, saat-saat ketika kita berbahagia dengan perjumpaan kita semacam ini, tidak memberikan kesempatan yang leluasa kepada kita untuk mengadakan analisis ilmiah yang menguraikan tema pembahasan dari segala sisi. Ikhwanku, satu-satunya tujuan kita dari kajian-kajian ini adalah agar kita dapat merenungkan isi kitab Allah swt. Ia ibarat lautan yang kaya dengan mutiara. Dari sisi mana pun Anda mendatanginya, Anda akan memperoleh kebaikan yang melimpah ruah. Karena itu, pembahasan kita berkisar pada tujuan-tujuan yang bersifat global dan umum, yang dikemukakan oleh ayat-ayat Al-Qur’anul Karim.

Ikhwan sekalian….

Marilah kita tolong-menolong untuk menyingkapnya. Alhamdulillah, tujuan-tujuan tersebut cukup jelas dan gamblang. Harapan kita, semoga masing-masing dari kita memperoleh kunci pemahaman kitab Allah, untuk memahami ayat-ayatnya. Dengan demikian, ia dapat menggunakan kunci tersebut untuk berinteraksi langsung dengannya setiap kali ia memperoleh waktu luang dan setiap kali ia ingin menambah cahaya, faedah, dan manfaat yang ditimbanya dari Kitab ini.

Saya tidak mengklaim bahwa kajian-kajian ini merupakan puncak segala kajian, karena setiap kali manusia melakukan penjelajahan pikiran dan pandangan mereka terhadap kitab Allah swt. niscaya ia akan mendapati makna-maknanya, ibarat gelombang laut yang tak pernah habis dan tidak bertepi. Karena Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Mahatinggi dan Mahabesar.

Pesan saya kepada kalian, wahai Ikhwan, hendaklah kalian menjalin hubungan dengan Al-Qur’an setiap saat, supaya kalian mampu mendapatkan ilmu baru setiap kali berhubungan dengannya.

Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami mengurus diri kami sendiri walau sekejap pun, atau lebih cepat dari itu, wahai Sebaik-baik Dzat Yang Mengabulkan!

Hasan Al-Banna

RISALAH IBRAHIM AS.

Oleh : Imam Hasan Al Banna

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.
Amma ba’du.

Ikhwan yang terhormat…

Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Kita panjatkan puji syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah swt., karena Dia telah mencurahkan nikmat yang besar dan agung ini kepada kita, yaitu nikmat bercinta dan bersatu karena-Nya serta nikmat tolong-menolong dalam rangka menegakkan kalimat-Nya dan membela syariat-Nya. Sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pemberi pertolongan.

Ikhwan sekalian…

Kita sedang berada dalam sebuah pertemuan yang kental dengan nuansa persaudaraan dan keruhanian. Dalam pertemuan ini, terlihat nikmat akbar dan karunia agung dari Allah, yaitu sebuah nikmat yang senantiasa disebut-sebut oleh Allah di hadapan kita, nikmat persaudaraan yang telah menyatukan hati kita, mempersaudarakan ruh kita, dan mewujudkan dalam diri kita suatu kenikmatan yang tidak bisa diketahui kecuali oleh siapa yang pernah merasakannya secara nyata.

Memang, di antara perasaan-perasaan hati, ada yang tidak bisa digambarkan dengan ungkapan lisan. Nikmat kecintaan dan persaudaraan karena Allah, mengandung makna spiritual yang buahnya tidak bisa dirasakan selain oleh mereka yrang terlibat di dalamnya. Persaudaraan, wahai Akhi, selain merupakan kenikmatan di dunia, juga merupakan keselamatan di akhirat. Ringkasnya, cinta adalah kelezatan, buah, dan faedah, yang tidak bisa diketahui kecuali oleh siapa yang pernah merasakannya secara sungguh-sungguh dan benar. Kita memohon kepada Allah swt. agar Dia menyatukan kita di atas landasan kecintaan dan persatuan karena-Nya. Sesungguh-nya Dia Maha Mendengar dan Maha
Mengabulkan.
Continue reading “RISALAH IBRAHIM AS.”

Kewajiban Kita Terhadap Al Qur’an

Oleh : Imam Hasan Al Banna
Kewajiban Kita Terhadap Al-Al-Qur’an

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Ikhwan tercinta….

Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Seseorang layak heran terhadap sikap kebanyakan manusia terhadap kitab Allah swt.: Al-Qur’an Al-Karim.

Ikhwan sekalian, sebagaimana saya katakan sebelumnya, sikap kebanyakan manusia pada masa sekarang ini terhadap kitab Allah ibarat sekelompok manusia yang diliputi kegelapan dari segala penjuru. Mereka kebingungan, berjalan tanpa petunjuk apa pun. Kadang-kadang mereka jatuh ke jurang, kadang-kadang membentur batu, dan kadang-kadang saling bertabrakan.

Keadaan mereka terus demikian, tersesat membabi buta dan berjalan dalam kegelapan yang pekat. Padahal di hadapan mereka ada sebuah tombol elektrik yang andaikata mereka tekan dengan jari, maka dengan gerakan sedikit saja dapat menyalakan sebuah lampu yang terang-benderang.

Inilah Ikhwan sekalian, perumpamaan umat manusia sekarang dan sikap mereka terhadap kitab Allah. Umat manusia di seluruh dunia saat ini tersesat: dalam kegelapan yang pekat. Seluruh alam berjalan tanpa petunjuk. Berbagai sistem telah bangkrut, masyarakat telah hancur, nasionalisme telah jatuh. Setiap kali manusia membuat sistem baru untuk diri mereka, maka sebentar saja sistem itu akan hancur berantakan.
Continue reading “Kewajiban Kita Terhadap Al Qur’an”

Wanita dalam Al Qur’an

Oleh: Asy-Syahid Hasan Al-Banna
Kita memuji Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Ikhwan tercinta….

Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh….

Ikhwan tercinta…

Tema kajian kita pada malam ini adalah “Wanita dalam Al-Qur’anul Karim.” Kita telah memulai serial kajian kita tentang kandungan Al-Qur’anul Karim. Kajian serial ini telah berlangsung lama. Memang, wajar saja ia berlangsung lama, karena kandungan kitab Allah ini secara keseluruhan adalah kebaikan semata. Orang yang membaca kitab Allah swt. pasti merasa seakan-akan berada dalam kebun-kebun yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetiknya. Mengenai hal ini, Ikhwan sekalian, saya terkesan oleh ucapan Sayidina Abdullah bin Mas’ud, “Jika kamu membaca Al-Qur’an ‘Alif ~Lam, Haa Miim’, seakan-akan kamu mampir di kebun-kebun yang dipenuhi berbagai buah-buahan.”
Continue reading “Wanita dalam Al Qur’an”

Al Fahmu dalam Gerakan Dakwah

Dalam Rukun Bai’at yang sepuluh imam Syahid Hasan Al-Banna meletakkan rukum Al-Fahmu pada urutan pertama dan menjadi penunjuang akan esensi yang harus dilakukan oleh seorang ikhwah, jika al-fahmu dapat dikuasai maka niscaya seorang ikhwah tidak akan sulit memahami Islam secara kaffah seperti yang difahami oleh gerakan Ikhwanul Muslimin, dan memahami apa yang seharusnya dilakuakan oleh seorang ikhwah dalam berbagai langkah dan kehidupannya bersama gerakan Ikhwanul Muslimin.

Banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Imam Syahid Hasan Al Banna mendahulukan pemahaman dalam Arkanul Bai’ah ini. Ustadz Dr. Yusuf Al Qaradhawi menjelaskan bahwa urutan yang dibuat oleh Imam Syahid Hasan Al Banna sudah tepat. Karena beliau tahu betul skala prioritas, mendahulukan apa yang harus didahulukan.

Skala prioritas dalam memperjuangkan Islam haruslah diperhatikan. Hal ini jelas, yang hampir tidak seorangpun diantara para pemikir dikalangan umat Islam yang memperselisihkannya. Dengan menentukan skala prioritas dalam melakukan kegiatan dakwah, tarbiyah, gerakan dan penataan ini yang keseluruhannya adalah merupakan unsur utama bagi setiap usaha pembatuan Islam. Atau penghidupan kembali manhaj Islam dalam diri manusia, akan terwujudlah kebangkitan dan kebangunan di seluruh wilayah Islam sebagaimana yang kita saksikan saat ini.
Continue reading “Al Fahmu dalam Gerakan Dakwah”

Ihkwan Cengeng

Ikhwan Cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Dikasih amanah pura-pura batuk…
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk…
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk…
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut…
Afwan ane ngurus ini ngurus itu jadinya suntuk…
Terus dakwah gimana? digebuk?
Continue reading “Ihkwan Cengeng”