Sejarah Komunitas Khawarij

Khawarij artinya adalah orang-orang yang keluar. Bentuk kata ini jamak. Bentuk tunggalnya adalah khoorij. Istilah ini disematkan pada sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib r.a. saat terjadi perundingan antara kelompok Ali dan Muawiyah r.a. Berkata Abu Hasan Al-Asy`ari: “Dan sebab penamaannya dengan khawarij adalah pemberontakan mereka terhadap Ali bin Abi Thalib.” Ibn ‘Umar memandang mereka sebagai makhluq Allah yang jahat. Menurutnya: “Mereka telah mengenakan ayat-ayat yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir kepada orang-orang beriman.”

Jauh sebelum khawarij eksis sebagai sebuah kelompok, keberadaan khawarij sebagai sebuah watak telah Rasulullah saw singgung. Saat itu Rasulullah saw sedang membagikan harta rampasan perang dari Perang Hunain. Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma menceritakan, “Ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ji’ranah sepulangnya beliau dari -peperangan- Hunain, ketika itu di atas kain Bilal terdapat perak yang diambil sedikit demi sedikit oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dibagikan kepada orang-orang. Kemudian lelaki itu mengatakan, ‘Hai Muhammad, berbuat adillah!’. Maka Nabi menjawab, ‘Celaka kamu! Lalu siapa lagi yang mampu berbuat adil jika aku tidak berbuat adil. Sungguh kamu pasti telah celaka dan merugi jika aku tidak berbuat adil.’ Maka Umar bin al-Khatthab radhiyallahu’anhu berkata Continue reading “Sejarah Komunitas Khawarij”

Iman, Ukhuwah, dan Lisan

Teringat dengan ayat Allah di dalam Al Qur’an surah Al Hujurat ayat 10 :
انما المومنون اخوه فاصلحوا بين اخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang (mampu) bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Sungguh indah perkataan Allah swt mengajarkan kepada manusia tentang hakikat persaudaraan manusia yang sebenarnya. Hakikakt yang diikat dengan iman kepada Allah swt bukan dengan yang lain. Bukan darah, bukan bangsa, bukan suku, atau simbol-simbol dunia yang lainnya. Sayyid Quthb mengatakan “Ikatan agama ini bukan ikatan darah dan nasab, bukan ikatan tanah air dan bangsa, bukan ikatan kaum dan marga, bukan ikatan warga kulit dan bahasa, bukan ikatan ras dan suku, juga bukan ikatan profesi dan status sosial”
Continue reading “Iman, Ukhuwah, dan Lisan”

Berpartisipasi Dalam Pemerintahan

Oleh: DR. Ali Muhammad As-Slaaby
Penterjemah:
Abu Ahmad

PENDAHULUAN

Sesungguhnya kepemimpinan ahlu tauhid dan iman terhadap berbagai jabatan pemerintahan di tengah negara yang tidak beriman merupakan bagian dari tamkin (kejayaan), dan Al-Quran telah menunjukkan contoh tersebut dalam kisah nabi Yusuf as, Allah berfirman : “Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Yusuf : 55)

Nabi Yusuf menyampaikan permintaan ini kepada raja Mesir yang musyrik karena aqidah dan dakwahnya, serta keinginan menghadirkan yang terbaik bagi manusia, nabi Yusuf bergerak sesuai dengan kapasitas dan kondisi yang terjadi pada saat itu dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuknya.

Jalan yang ditempuh oleh nabi Yusuf ini menunjukkan kepada kita akan adanya banyak jalan dalam berdakwah dan menyebarkan Islam, mengajak masyarakat kepada Iman dengan berbagai cara dan jalan, selama cara dan jalan ini tidak terdapat di dalamnya benturan antara prinsip yang dibawanya; karena hukum hanya milik Allah dan penghambaan mutlak banyak untuk yang Maha Esa dan Maha Pemberi Balasan dan antara kepemimpinan satu departeman (kedudukan), untuk membentuk masyarakat lebih dekat pada dakwah Allah, hal tersebut tidak diragukan lagi bahwa Yusuf as menyebarkan dakwah tauhid saat mendekam di dalam penjara, sebagaimana pada dirinya berada dalam kekangan suatu hukum yang zhalim.
Continue reading “Berpartisipasi Dalam Pemerintahan”

Islam Agama Cinta

Ketika perang Qadisiyyah meletus, Khalifah ‘Umar bin Khattab menulis surat kepada panglimanya, Sa‘ad bin Abi Waqqas, supaya menaklukkan Hilwan, sebuah propinsi di Irak. Maka dikirimlah 300 personel kavaleri di bawah komando Nadhlah bin Mu‘awiyah al-Ansari. Hari itu, setelah dengan mudah menguasai seluruh propinsi, mereka menyaksikan suatu kejadian luar biasa. Saat itu masuk waktu maghrib dan Nadhlah pun naik ke sebuah tempat yang agak tinggi di lereng bukit untuk mengumandangkan azan. Anehnya, setiapkali Nadhlah selesai mengumandangkan kalimat azannya, spontan terdengar suara seseorang menjawabnya. “Allahu akbar!” laung Nadhlah, “Kabbarta kabiran, ya Nadhlah!” sahut orang itu. “Asyhadu alla ilaha illa Allah” dijawab dengan “Kalimatul ikhlas, ya Nadhlah!”. Lalu ketika dilaungkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, suara misterius itu menyahut, “Huwa ad-dinu, wa huwa alladzi basysyarana bihi ‘Isa ibnu Maryam ‘alayhima as-salam, wa ‘ala ra’si ummatihi taqumu as-sa‘ah!” Nadhlah menyambung azannya, “Hayya ‘ala ash-shalah!” lalu dijawabnya, “Thuba liman masya ilayha wa waazhaba ‘alayha!”, sedangkan “Hayya ‘ala al-falah!” dijawab dengan “Qad aflaha man ajaaba Muhammadan shallallahu ‘alayhi wa sallam, wa huwa al-baqa’ li ummatihi”. Dan laungan “La ilaha illa Allah” disambut dengan “Akhlashta al-ikhlash, ya Nadhlah, faharrama Allah jasadaka ‘ala an-naar!”
Continue reading “Islam Agama Cinta”

Tinjauan Syar’i tentang Hubungan Baik dengan Kristen Koptik (Qibthi)

Gerakan Ikhwanul Muslimin telah lama berhubungan baik dengan Kristen Koptik sebagai salah satu penduduk asli Mesir. Hubungan baik ini sudah terjalin sejak awal keberadaan Ikhwan di Mesir. Hubungan itu terus berlangsung hingga hari ini, bahkan diberitakan bahwa wakil ketua partai yang didirikan Ikhwan, adalah berasal dari kaum Koptik.

Hubungan ini bukan tanpa alasan, melainkan berasal dari pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umat Islam.

Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anha, bahwa menjelang wafat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau berwasiat:
الله الله فى قبط مصر فإنكم ستظهرون عليهم فيكونون لكم عدة وأعوانًا فى سبيل الله
Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah, dalam bergaul dengan kaum Qibthi Mesir. Sesungguhnya kalian akan mengalahkan mereka, dan mereka akan menjadi kekuatan dan pertolongan bagi kalian dalam perjuangan fi sabilillah. (HR. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir, No. 561, Alauddin Al Muttaqi Al Hindi dalam Kanzul ‘Ummal No. 34023)
Continue reading “Tinjauan Syar’i tentang Hubungan Baik dengan Kristen Koptik (Qibthi)”

Andaikan Aku Bukan Aktivis

Sebuah artikel yang menjadi sedikit sinar di langit yang sedang mendung

Suatu siang yang padat, di tengah suasana kerja, senyapnya kantor saat itu, dan di tengah diskusi seru tentang da’wah kampus, HPku menjerit. Sebuah SMS masuk, mengalihkan perhatian sesaat. Terlebih karena isinya …

“… Rasanya pengen ngomong buanyak. Sedang bosen dengan da’wah. Sebel sama qiyadah & ikhwah disini. Benar-benar bukan perjalanan da’wah yang rapi. Bener kalo qt rapuh, mudah dihancurkan.
Continue reading “Andaikan Aku Bukan Aktivis”