Belajar Dari Jam Dinding

Belajar dari jam dinding

Pernahkah anda memperhatikan jam dinding di rumah atau tempat anda bekerja? Cobalah sejenak perhatikan agar kita bisa memetik sebuah pelajaran darinya.

Jam dinding, dilihat orang ataupun tidak ia tetap berdenting. Tak sekalipun dia berhenti karena kecewa dengan orang yang tak melihatnya.

Jam dinding, dihargai atau tidak dia tak berhenti berputar sebagaimana mestinya. Jangankan berputar balik, berhenti saja ia tidak sudi.

Jam dinding, meski tak seorang pun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik.

Belajar dari jam dinding belajar tentang keikhlasan.
Belajar dari jam dinding belajar tentang tanggung jawab.
Belajar dari jam dinding belajar tentang memberi manfaat

Teruslah berbuat baik kepada sesama meskipun perbuatan kita tidak dinilai atau diperhatikan orang lain.
Teruslah berbuat baik kepada sesama meskipun tak seorang mengucapkan terima kasih dan apresiasi.
Ibarat jam dinding yang terus bekerja, memberi kemanfaatan bagi sekitarnya

Waktu dan Amal

Waktu AmalWaktu adalah makhluk yang misterius bin aneh. Lebih misterius daripada Alien sekalipun. Coba anda bayangkan, manusia menyepakati waktu yang ada dalam sehari semalam jika dikonversi ke dalam jam adalah 24 jam. Setiap manusia mendapat jatah 24 jam setiap harinya. Namun pada kenyataannya apa yang dihasilkan manusia dalam rentang waktu itu berbeda-beda. Perasaan manusiapun berbeda-beda. Ada orang yang mampu mengerjakan sekian banyak pekerjaan dalam rentang waktu tersebut. Ada yang mengerjakan lebih sedikit ada juga yang bahkan mampu lebih banyak. Pekerjaannya bisa jadi sama namun apa yang mereka hasilkan berbeda. Contoh sederhana seorang mahasiswa dalam rentang waktu 24 jam bisa menyelesaikan tugas kuliahnya, melaksanakan kegemarannya (olahraga dsb), bergaul dengan teman-temannya, bahkan ada yang bisa kerja part time. Namun ada juga mahasiswa jangankan kerja part time, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya saja dia harus mengorbankan waktu untuk mengerjakan kegemarannya. Mungkin contohnya tidak terlalu pas ya, tapi semoga apa yang saya ingin saya sampaikan bisa diterima :).. Ngarep!!!

Selain hasil kerja, perasaan manusia terhadap waktupun berbeda. Ada yang merasa waktu berjalan sangat lambat namun ada juga yang merasakannya sangat cepat. Jadi memang waktu itu sangat relatif… Continue reading “Waktu dan Amal”