Kewajiban Kita Terhadap Al Qur’an

Oleh : Imam Hasan Al Banna
Kewajiban Kita Terhadap Al-Al-Qur’an

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Ikhwan tercinta….

Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Seseorang layak heran terhadap sikap kebanyakan manusia terhadap kitab Allah swt.: Al-Qur’an Al-Karim.

Ikhwan sekalian, sebagaimana saya katakan sebelumnya, sikap kebanyakan manusia pada masa sekarang ini terhadap kitab Allah ibarat sekelompok manusia yang diliputi kegelapan dari segala penjuru. Mereka kebingungan, berjalan tanpa petunjuk apa pun. Kadang-kadang mereka jatuh ke jurang, kadang-kadang membentur batu, dan kadang-kadang saling bertabrakan.

Keadaan mereka terus demikian, tersesat membabi buta dan berjalan dalam kegelapan yang pekat. Padahal di hadapan mereka ada sebuah tombol elektrik yang andaikata mereka tekan dengan jari, maka dengan gerakan sedikit saja dapat menyalakan sebuah lampu yang terang-benderang.

Inilah Ikhwan sekalian, perumpamaan umat manusia sekarang dan sikap mereka terhadap kitab Allah. Umat manusia di seluruh dunia saat ini tersesat: dalam kegelapan yang pekat. Seluruh alam berjalan tanpa petunjuk. Berbagai sistem telah bangkrut, masyarakat telah hancur, nasionalisme telah jatuh. Setiap kali manusia membuat sistem baru untuk diri mereka, maka sebentar saja sistem itu akan hancur berantakan.
Continue reading “Kewajiban Kita Terhadap Al Qur’an”

Amaliah Ramadhan

dakwatuna.com – Dua kejadian terpenting di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya Puasa dan turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pedoman bagi orang yang bertaqwa dan puasa mengantarkan orang beriman menjadi mutaqqiin. Dan amaliyah Ramadhan terfokus pada dua aktivitas tersebut. Sedangkan amaliyah lainnya tidak lepas dari ibadah untuk mengkondisikan hati dalam menerima Al-Qur’an dan upaya orang beriman untuk mengaplikasikan Al-Qur’an.

Untuk lebih mengetahui Amaliyah Ramadhan, maka kita harus melihat dan mencontoh amaliyah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Di bawah ini Amaliyah yang dilakukan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan:

Shiyam (puasa)

Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktivitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktivitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah.
Continue reading “Amaliah Ramadhan”

Ma’rifatullah (6)

ALLAH SELALU BERSAMA MAKHLUK-NYA

Di  dalam  bahasa  arab  Allah  selalu  bersama  makhluk-Nya  berarti Ma’iyatullah.

A. PEMBAGIAN MA`IYATULLAH

1.Ma’iyah Umum

Ma’iyah  umum  adalah  pengetahuan,  maksudnya  adalah pengetahuan Allah yang meliputi seluruh makhluk-Nya.
Firman Allah:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur

melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun

dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,

melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 6:59)

Ayat lain: QS. 58:7; 6:3; 57:4
Continue reading “Ma’rifatullah (6)”

Ma’rifatullah(5)

KEWAJIBAN MUSLIM KEPADA ALLAH SWT

1.Mengerjakan rukun Islam yang lima

2.Menerima ketentuan Allah dengan Ridha baik ketentuan yang bersifat kauni (Qadha&   Qadar) (2:156) atau ketentuan hukum-hukum/undang-
undang (4:65)
Continue reading “Ma’rifatullah(5)”