Membocorkan Rahasia, Sebuah Penghianatan

“Putriku, untuk apa semua persiapan ini?”
Abu Bakar keheranan dengan yang dilakukan oleh putrinya, Aisyah. Ia tahu bahwa sebenarnya puterinya sedang mempersiapkan perbekalan dan peralatan untuk berperang. Dan itu pasti karena diperintahkan oleh suami puterinya, Rasulullah. Yang membuatnya bertanya dengan pertanyaan seperti itu kepada Aisyah adalah rasa ingin tahunya tentang persiapan perang menghadapi siapa yang akan dilakukan oleh Rasulullah.
“Demi Allah, saya pun tidak tahu,” jawab Aisyah, sebagaimana dicatat oleh Imam Ath Thabrani .
Jadi, perintah Rasulullah bagi Aisyah untuk mempersiapkan perbekalan peperangan itu pun tanpa menyebutkan tujuan persiapannya. Tampak sekali bahwa Rasulullah sengaja merahasiakan rencana perang yang akan dilakukannya. Bahkan terhadap isterinya sekalipun.
“Demi Allah, sebenarnya ini bukan masa untuk memerangi bangsa kulit kuning itu. Kemana Rasulullah hendak tuju?” tanya Abu Bakar. Yang ia maksud dengan bangsa kulit kuning adalah Romawi.
“Entahlah, demi Allah saya kurang tahu,” kata Aisyah.
Berdasarkan riwayat Ath Thabrani, Rasulullah memerintahkan Aisyah mempersiapkan perbekalan dan peralatan perang sejak tiga hari sebelum datang kabar mengenai pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh Quraisy. Hari itu, saat kabar mengenai pelanggaran perjanjian dibawa oleh Amru bin Salim Al Khuza’i bersama 40 penunggang kuda. Ia mengabarkan berita pelanggaran perjanjian itu sembari meminta bantuan Rasulullah untuk menuntut pembalasan kepada kaum Quraisy yang bersama Bani Bakar telah membunuh beberapa anggota kabilahnya. Continue reading “Membocorkan Rahasia, Sebuah Penghianatan”