Perang Badar Kubra (bagian 4)

Selama Perang Badar berlangsung terjadi satu pergolakan antara ikatan emosional dengan akidah yang perjuangkan selama ini. Tidak sedikit kaum muslimin (demikian pula Rasulullah saw.) yang harus mendapati keluarga mereka berada di tengah barisan kaum musyrikin. Seseorang mungkin akan menemukan saudara, orang tua, paman, atau bahkan menantunya. Antara akidah dan perasaan pun saling berhadap-hadapan. Namun perasaan dan ikatan emosional harus lebur dan tunduk di hadapan akidah dan keyakinan yang sudah tertanam begitu kuat. Demikianlah karakter seorang mukmin adalah senantiasa komitmen dengan aturan-aturan Allah swt. semata.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan bapak-bapak dan saudara-saudara kalian sebagai wali jika ternyata mereka lebih mencintai kekafiran daripada keimanan. Dan barang siapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai walinya maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”[1]
Continue reading “Perang Badar Kubra (bagian 4)”

Perang Badar Kubra (bagian 2)

Rasulullah saw. keluar untuk mencegat kafilah Quraisy yang membawa harta dagangan. Beliau benar-benar tidak mengetahui keberadaan pasukan Quraisy yang sedang bergerak mendatanginya. Beliau pun tinggal di luar kota Madinah, sambil mempersiapkan pasukan dan mengembalikan mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk berperang.

Kekuatan Kaum Muslimin

Pasukan kaum muslimin di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. berjumlah 313 orang. Bersama mereka terdapat 2 ekor kuda, satu milik Zubair bin ‘Awwam dan seekor lainnya milik Miqdad bin ‘Amr, serta 70 unta yang mereka tunggangi secara bergantian.

‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ”Ketika Perang Badar, setiap tiga orang dari kami menungganngi seekor unta. Abu Lubabah, ‘Ali, dan Rasulullah saw. bergantian menaiki unta. Ketika giliran Rasulullah saw. untuk berjalan kaki, keduanya berkata, ‘Kami akan menggantikanmu untuk berjalan kaki.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Kalian berdua tidaklah sekuat diriku, dan aku tidak lebih membutuhkan pahala dari kalian berdua.’“
Continue reading “Perang Badar Kubra (bagian 2)”

Ma’rifatullah (6)

ALLAH SELALU BERSAMA MAKHLUK-NYA

Di  dalam  bahasa  arab  Allah  selalu  bersama  makhluk-Nya  berarti Ma’iyatullah.

A. PEMBAGIAN MA`IYATULLAH

1.Ma’iyah Umum

Ma’iyah  umum  adalah  pengetahuan,  maksudnya  adalah pengetahuan Allah yang meliputi seluruh makhluk-Nya.
Firman Allah:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur

melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun

dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,

melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 6:59)

Ayat lain: QS. 58:7; 6:3; 57:4
Continue reading “Ma’rifatullah (6)”

Ma’rifatullah(5)

KEWAJIBAN MUSLIM KEPADA ALLAH SWT

1.Mengerjakan rukun Islam yang lima

2.Menerima ketentuan Allah dengan Ridha baik ketentuan yang bersifat kauni (Qadha&   Qadar) (2:156) atau ketentuan hukum-hukum/undang-
undang (4:65)
Continue reading “Ma’rifatullah(5)”