Kasih Sayang di Atas Murka

Manusia yg dicipatakan dari saripati air yang hina (mani) telah ingkar dan menjadi pembantah. Dia menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mampu mencipta. Padahal Allah swt telah mengutus para Malaikat untuk menyampaikan wahyu kepada para Rasul agar mengingatkan manusia “Tidak ada Tuhan selain Allah, maka bertakwalah kepada-Nya”. Namun manusia menantang Allah swt untuk mendatangkan ketetapan-Nya (azab) karena keingkaran mereka.
Apakah manusia itu lupa jika apa yang di langit dan di bumi, penciptaan dirinya, hewan ternak yang mereka mengambil berbagai manfaat darinya, hewan tunggangan yang memudahkan urusan mereka, semuanya diciptakan oleh Allah swt? Apakah manusia tidak bisa berpikir bagaimana Allah swt menurunkan hujan kepada mereka? Dengan hujan itu mereka mengobati dahaganya, tanaman tumbuh untuk makanan ternaknya, berbagai tanaman dan buah untuk mereka nikmati dan ambil manfaatnya?
Bukankah Allah swt yang telah menciptakan bumi dengan berbagai macam warna di dalamnya sehingga manusia bisa menikmati keindahnnya? Bukankah Allah swt yang telah menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan sehingga di siangnya manusia mencari nafkah dan di malamnya mereka beristirahat? Bukankah Allah swt yang telah menundukkan laut sehingga manusia bisa berlayar dan mencari kehidupan darinya? Menikmati segarnya daging ikan dan indahnya mutiara sebagai perhiasan? Bukankah Allah swt yang telah menancapkan gunung sebagai pasak agar bumi tidak bergoncang bersama manusia? Lalu Allah swt menciptakan sungai-sungai dan jalan-jalan serta bintang sebagai petunjuk? Sungguh jika kalian ingin menghitung nikmat dan karunia yang Allah swt berikan padamu maka kalian tak akan mampu menghitungnya.
Maka renungkan dan pikirkan wahai manusia, Apakah sama Dia Yang Maha Pencipta dengan yang tak mampu mencipta? Semoga dengan memahami ini kalian mampu mengambil pelajaran dan mendapat petunjuk ke jalan yang benar. Hak Allah swt menentukan jalan yang benar. Bukan hak manusia atau berhala-berhala yang kalian persekutukan dengan-Nya. Ketahuilah Allah Maha Pengampun maka mohon ampunlah atas kesalahan-kesalahanmu. Dan Ketahuilah Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya.

Inilah jalanku

Bismillahi Rahmani Rahim

Innalhamda lillah nahmaduhu wa nasta’iinuhuu wa nastaghfiruhuu wa na’uudzu billahi min syuruurinaa wa anfusinaa min sayyiaatinaa a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu wa man yudhlilhu falaa hadiiyalahu. Asyahudu anlaa ilaaha illallaahu wa asyahadu anna muhammadan abduhuu wa rasuuluhu. Allaahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihii wa sahib ajmain ammaa ba’du.

Segala puji Allah swt yang telah mentakdirkan saya lahir di tengah-tengah keluarga muslim. Keluarga yang mendidik dan membesarkanku dengan nilai-nilai Islam. Berbeda dengan sebagian manusia yang harus lahir di tengah keluarga yang belum memeluk agama Tauhid ini, agama yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul yang pernah diutus oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa. Mereka yang telah terlahir dengan fitrah, bersih, suci tanpa noda, yang telah bersaksi di alam rahim bahwa Allah-lah Tuhan (Rabb) mereka. Namun setelah lahir ke dunia bukanlah suara adzan dan iqamat yang mereka dengar, bukanlah seruan kepada Allah yang diserukan kepada mereka. Mereka yang harus dibesarkan jauh dari nilai-nilai Islam dan nilai-nilai ketauhidan. Sekali lagi ucapan puji syukur tak terbatas saya haturkan kepada Allah swt atas nikmat yang sangat besar ini. Nikmat yang tidak bisa dibeli dengan materi. Continue reading “Inilah jalanku”