Huzaifah bin Yaman (Wafat 36 H/656 M)

Sahabat tokoh penaklukan ini banyak memegang rahasia-rahasia Nabi. Khalifah Umar bin Khattab ra. mengangkatnya menjadi pemerinah di Madain. Pada tahun 642 M, dia berhasil mengalahkan pasukan Persia dalam perang Nahawand, kemudian dia mengikuti perang penaklukan Jazirah Arab dan akhirnya meninggal di kota Madain.

“Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai. “

Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama kali di Mekah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah.
Continue reading “Huzaifah bin Yaman (Wafat 36 H/656 M)”

Membocorkan Rahasia, Sebuah Penghianatan

“Putriku, untuk apa semua persiapan ini?”
Abu Bakar keheranan dengan yang dilakukan oleh putrinya, Aisyah. Ia tahu bahwa sebenarnya puterinya sedang mempersiapkan perbekalan dan peralatan untuk berperang. Dan itu pasti karena diperintahkan oleh suami puterinya, Rasulullah. Yang membuatnya bertanya dengan pertanyaan seperti itu kepada Aisyah adalah rasa ingin tahunya tentang persiapan perang menghadapi siapa yang akan dilakukan oleh Rasulullah.
“Demi Allah, saya pun tidak tahu,” jawab Aisyah, sebagaimana dicatat oleh Imam Ath Thabrani .
Jadi, perintah Rasulullah bagi Aisyah untuk mempersiapkan perbekalan peperangan itu pun tanpa menyebutkan tujuan persiapannya. Tampak sekali bahwa Rasulullah sengaja merahasiakan rencana perang yang akan dilakukannya. Bahkan terhadap isterinya sekalipun.
“Demi Allah, sebenarnya ini bukan masa untuk memerangi bangsa kulit kuning itu. Kemana Rasulullah hendak tuju?” tanya Abu Bakar. Yang ia maksud dengan bangsa kulit kuning adalah Romawi.
“Entahlah, demi Allah saya kurang tahu,” kata Aisyah.
Berdasarkan riwayat Ath Thabrani, Rasulullah memerintahkan Aisyah mempersiapkan perbekalan dan peralatan perang sejak tiga hari sebelum datang kabar mengenai pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh Quraisy. Hari itu, saat kabar mengenai pelanggaran perjanjian dibawa oleh Amru bin Salim Al Khuza’i bersama 40 penunggang kuda. Ia mengabarkan berita pelanggaran perjanjian itu sembari meminta bantuan Rasulullah untuk menuntut pembalasan kepada kaum Quraisy yang bersama Bani Bakar telah membunuh beberapa anggota kabilahnya. Continue reading “Membocorkan Rahasia, Sebuah Penghianatan”