Sajak anak Forsil

Terkadang, tawa itu penuh makna,
Kadang jg berupa tanya,
Dan tak jarang sbg tanda,
Pengganti kata2 tak tereja
(AH)
Senyum pun demikian adanya,
Penyampai pesan tanpa tinta,
Sampai kadang timbul prasangka,
Bahkan amarah merajalela
(AH)
Pun dgn marah,
Raut wajah tak lg indah,
Namun sbenarx ia adalah titah,
Bhwa jiwa sedang merekah
(HR)
Pun dengan diam
Dalamnya tak dapat diselam
Seperti laut yang dalam
Namun janganlah menyimpan dendam
(MS)
Tiap kita tdklah sama,
Laksana pelangi brbagai warna,
Hanya pengertian berbingkai rasa,
Agar kita tetap satu jua
(HR)
Kita berbeda sudah takdir Allah
Bermacam tabiat bermacam rupa
Jika ada khilaf dan salah
Beri maaf janganlah lupa
(MS)
Hidup hanya sekali
Kita tidak pernah tahu kapan akan pergi
Baiknya kita selalu mengingat mati
Semoga kita terus mampu membaiki diri
(SF)

Advertisements

Rindu

Mungkin jarak ada di antara kita
bukan jarak yang dekat
ada laut gunung hutan di dekapannya
namun sungguh Allah telah cipta langit
memayungi kita
dengan bintang yang menghiasnya
menjadi penghibur hati yang sepi
kerlap kerlip di tengah kelam
tengadahkan mukamu
pandanglah langit
agar rindu terobati
karena malam ini
kita masih memandang langit yang sama
wahai angin malam
kutitip sepucuk salam
buat dia yang di seberang sana
Jika Allah cipta rindu
Maka yakinlah Ia cipta sua
karena tak ada sakit yang tiada obatnya
Aku rindu kamu