COOPS : Ikut Seleksi (4)

Medical Check UpSalah satu hal yang menggembirakan adalah lulus wawancara ‘kerja’. Satu tahapan yang kadang menjadi momok bagi para pencari kerja. Bagaimana tidak, tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran interviewer ketika mewawancarai kita. Setelah mendapat telepon dari Pak Dimas rasanya cukup lega mendengar kabar tersebut. Soalnya dari jurusanku kini tersisa 4 orang saja. Prodi Elektro dan Informatika sama-sama punya 2 calon. Setelah menyampaikan lokasi MCU (Medical Check Up) Pak Dimas berpesan agar malam harinya tidak usah lagi makan mulai jam 10 malam sampai diperbolehkan oleh tim dokter untuk makan. Cukup minum saja katanya. Saya heran juga kok kita diminta seperti itu. Sampai akhirnya saya bertanya ke teman kos yang sedang menjalani pendidikan profesinya tentang hal itu. Ternyata larangan makan itu berguna untuk menjaga kadar gula darah kita sehingga ketika dilakukan uji laboratorium kadarnya tidak terpengaruhi oleh makanan yang kita makan. Dengan demikian hasil yang diperoleh lebih akurat. Akhirnya dapat juga penjelasan ilmiahnya. Continue reading “COOPS : Ikut Seleksi (4)”

Advertisements

COOPS : Ikut Seleksi (3)

interviewTanggal 29 Juni 2013 pengumuman seleksi tahap kedua akhirnya keluar juga. Muh. Nur Musa dinyatakan berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Weeewww šŸ™‚ Alhamdulillah… Dari informasi panitia seleksi selanjutnya, wawancara dengan pihak PT INCO Tbk dilaksanakan tanggal 30 Juni 2011 (Tanggal ini hasil rekaman status FB) di Kampus Unhas Baraya. Wah, ternyata sudah besok wawancaranya. Kata teman-teman sih wawancaranya pake bahasanya Wayne Rooney alias Bahasa Inggris. Mau buat persiapan sepertinya tidak sempat. Yaa kita lihat saja besok bagaimana kondisi. Mending tidur sehingga badan fit saat diwawancarai nantinya. Kan g seru kalo wawancara tapi mukanya kayak bantal bin ngantuk atau baru bangun tidur. Hehehe :p Nanti yang wawancarai ill feel duluan šŸ˜€

Pagi 30 Juni 2011 tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya kecuali kalo hari ini saya akan mengikuti wawancara “kerja” pertama dalam hidupku. Saya memilih pakaian yang sederhana. Kemeja dengan celana panjang (bahan kain bukan jeans) dengan sepatu beserta ransel. Intinya tampak rapi. Saya dan Aulia (nebeng sama Aulia) menuju Kampus Baraya. Ā Kebetulan dia sudah punya motor sedangkan saya tidak :). Sesampai di sana suasana masih sepi. Hanya Continue reading “COOPS : Ikut Seleksi (3)”

COOPS : Ikut Seleksi (2)

Setelah pengumuman seleksi tahap pertama diumumkan saya bersiap-siap untuk mengikuti tahap kedua. Yaa tes kemampuan akademik. Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang saya siapkan. Hanya rajin bertanya ke teman yang sudah pernah mengikuti tes kemampuan akademik tersebut. Dari seleksi tahap kedua ini saya mendapatkan suatu informasi yang cukup menarik. Ternyata dalam seleksi penerimaan COOPS kita tak bersaing dengan peserta dari jurusan lain. Jadi ada kuota untuk setiap jurusan berdasarkan permintaan dari departemen yang membutuhkan atau membuka kesempatan bagi peserta COOPS. Meski demikian informasi tentang kuota setiap jurusan tidak ada yang mengetahui kecuali pihak PT Inco Tbk sendiri.

Yup kembali ke tema kita kali ini. Seleksi tahap kedua dilaksanakan di Jurusan masing-masing. Metode seleksinya pun berbeda-beda setiap jurusan. Dari penuturan teman-teman di Teknik Sipil metode seleksinya ada ujian tulisan dan ujian lisan. Di Mesin dan Geologi juga seperti itu kalo g salah ingat. Namun berbeda dengan jurusanku Teknik Elektro hanya ada ujian tulisan. itupun hanya 5 nomor. :D. Seleksi tahap dua di jurusanku sempat tertunda karena ada permasalahan komunikasi antara ketua jurusan dengan panitia lokal pada waktu itu. Pada hari pelaksanaan tes ternyata soal yang harusnya sudah disiapan belum ada sama sekali sehingga pelaksanaannya di undur keesokan harinya. Hufftt ketegangan berlanjut šŸ˜€

Kamipun kembali berkumpul keesokan harinya untuk mengikuti proses seleksi. Kami silahkan memasuki ruang ujian yang pada waktu itu dilaksanakan di ruang sidang jurusan elektro. Soal dibagikan dan ternyata kami yang dari program studi Teknik Informatika harus mengerjakan soal Teknik Elektro juga. Begitu pula sebaliknya. Busyyeeettt ada soal rangkaian listrik yang dalam kurikulumku tidak ada sama sekali. Setelah dilihat baik-baik untungnya soalnya hanya rangkaian listrik sederhana sehingga masih bisa terbantu dengan mata kuliah Fisika Dasar tentang listrik šŸ™‚ Akhirnya satu lagi tahap seleksi telah terlewati. Selanjutnya menunggu pengumuman. Yaa menunggu memang berat karena tidak seperti tahap pertama, seleksi tahap kedua membutuhkan waktu satu pekan untuk diketahui hasilnya. Alhamdulillah lulus juga tahap kedua dan bersiap untuk seleksi tahap ketiga. Kalo dari cerita senior-senior harusnya tes selanjutnya itu FGD atauĀ Focus Group DiscussionĀ namun ternyata seleksi kali ini langsung wawancara dengan pihakĀ Human Resources and DevelopmentĀ (HRD) PT. INCO Tbk. Katanya sih karena masalah waktu. Tapi entahlah alasan sebenarnya sehingga tahap FGD dihapuskan kali ini.

Jadi tidak ada hal yang terlalu istimewa dari tahap ini. Satu informasi bermanfaat bahwa dalam seleksi COOPS PT INCO Tbk tidak ada persaingan dengan jurusan lain. Kita hanya akan bersaing dengan teman dari jurusan kita. Cerita selanjutya proses Wawancara dengan pihak HRD PT Inco Tbk šŸ™‚

COOPS : Ikut Seleksi (1)

Exam-ResultsSebelumnya kita sudah pernah membahas apa itu COOPS. Sekarang saya ingin berbagi sedikit cerita tentang proses seleksi COOPS yang saya ikuti. Awalnya saya mengenal program COOPS ini dari seorang senior di jurusan saya. Namanya Kak Syawal Ali Imran. Beliau angkatan 2005. Orang ini juga sebenarnya yang “menyesatkan” saya sehingga terpilih sebagai presidium sidang Musyawarah Mahasiswa Elektro XIV kalo ga salah šŸ™‚ Intinya itu pemilihan untuk periode 2009/2010. Hehehehe. Kembali ke topik. Waktu itu beliau sedang mengurus berkas cutinya di kantor fakultas dan sempat minta tolong sesuatu ke saya. Saya tanya beberapa hal dan akhinya sampai ke pertanyaan kenapa mau cuti. Beliau pun menjawab mau ikut program COOPS dan menceritakan sedikit hal tentang program tersebut. Merasa tertarik dengan cerita kak Syawal, niat di hati untuk ikut program ini akhirnya mulai tumbuh.

Tapi seiring berjalannya waktu niat itu semakin hilang. Selain karena tidak pernah mendapat kabar lagi tentang program ini kesibukan di kampus pun membuat saya lupa dengan niat yang pernah Continue reading “COOPS : Ikut Seleksi (1)”