Sajak anak Forsil

Terkadang, tawa itu penuh makna,
Kadang jg berupa tanya,
Dan tak jarang sbg tanda,
Pengganti kata2 tak tereja
(AH)
Senyum pun demikian adanya,
Penyampai pesan tanpa tinta,
Sampai kadang timbul prasangka,
Bahkan amarah merajalela
(AH)
Pun dgn marah,
Raut wajah tak lg indah,
Namun sbenarx ia adalah titah,
Bhwa jiwa sedang merekah
(HR)
Pun dengan diam
Dalamnya tak dapat diselam
Seperti laut yang dalam
Namun janganlah menyimpan dendam
(MS)
Tiap kita tdklah sama,
Laksana pelangi brbagai warna,
Hanya pengertian berbingkai rasa,
Agar kita tetap satu jua
(HR)
Kita berbeda sudah takdir Allah
Bermacam tabiat bermacam rupa
Jika ada khilaf dan salah
Beri maaf janganlah lupa
(MS)
Hidup hanya sekali
Kita tidak pernah tahu kapan akan pergi
Baiknya kita selalu mengingat mati
Semoga kita terus mampu membaiki diri
(SF)