Social Engineering, Ancaman Keamanan Sistem Informasi

image

Social engineering adalah sebuah metode untuk masuk ke sebuah sistem tanpa menerobosnya secara langsung atau mengeksploitasi kerentanannya (vulnerability). Akan tetapi, metode ini mengeksploitasi kerentanan pada manusia yang berada di sekitar sistem. Cara ini banyak digunakan karena lebih mudah dan efektif. Penyerang tidak perlu bersusah payah menembus keamanan sistem untuk menanamkan malware. Cukup memanfaatkan kelemahan manusia seperti kelalaian, keingintahuan, kecerobohan, ketidaktahuan, ketidakwaspadaan, dan sebagainya. Jika diibaratkan 1 manusia 1 celah, maka dengan metode social engineering jumlah celah keamanan sistem sama dengan jumlah manusia yang ada dalam organisasi tersebut.
Social engineering selalu dimulai dengan mengumpulkan informasi awal terkait target serangan. Informasi dapat berupa data pejabat eksekutif, struktur organisasi, nomor telepon, laporan organisasi, dan sebagainya. Berbagai informasi ini bisa didapatkan melalui internet. Selain itu, penyerang dapat mengumpulkan latar belakang, aktivitas, dan kebiasaan orang tertentu yang berada di dalam organisasi tersebut dengan memanfaatkan media sosial dan jejaring lainnya.
Selanjutnya, penyerang dapat melakukan impersonate terhadap karyawan sistem informasi untuk mendapatkan berbagai informasi dari karyawan lainnya.
Continue reading “Social Engineering, Ancaman Keamanan Sistem Informasi”