10 Aspek Pribadi Muslim

10muwassafattarbiyah

Di dalam Al Qurán dikatakan bahwa Ummat Islam adalah ummat yang terbaik yang dikeluarkan oleh Allah swt ke muka bumi ini. Di ayat lain dikatakan bahwa Ummat Islam adalah ummat yang paling tinggi derajatnya jika mereka beriman. Tentu saja Allah swt tidak sembarang dalam menyatakan pernyataan ini dan tentu saja apa yang dikatakan Allah swt pasti sesuatu yang benar. Sebagaimana yang selalu kita baca setiap kali selesai membaca Al Qurán, Shadaqallaahu al Azhim Maha Benar Allah lagi Maha Agung. Oleh karena itu, melihat sejarah generasi ummat terbaik maka paling tidak ada 10 aspek dari pribadi setiap muslim yang harus mereka perhatikan sehingga bisa disebut sebagai ummat terbaik. 10 aspek yang ini kemudian disebut Muwashafat Tarbiyah. Hasan Al Banna menyusunnya untuk membentuk pribadi setiap anggota Ikhwanul Muslimin agar menjadi mujahid-mujahid yang siap mengemban amanah dakwah, beramal , dan berjihad di jalan Allah swt sehingga terlahirlah kembali ummat yang terbaik seperti yang difirmankan Allah swt. Adapun 10 aspek tersebut adalah : Continue reading “10 Aspek Pribadi Muslim”

Advertisements

Laa Isti’jal

Isti’jal merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh para da’i, sehingga seringkali hal ini meskipun diiringi dengan niat yang ikhlas dan semangat yang tinggi membuat potensi dakwah dan harakah terhambat, bahkan tidak jarang mundur ke belakang. Bahkan yang lebih parah lagi
lahirnya sikap antipati dan ‘rasa ngeri’ yang dialamatkan kepada dunia dakwah dan harakah secara keseluruhan. Untuk itu perlu sekali masalah ini dipahami baik-baik, penyebab dan cara penanggulangannya.

Sebetulnya Islam memandang sifat tergesa-gesa adalah bagian dari watak dasar manusia, seperti yang telah Allah nyatakan :

“Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa” (QS. 17:11).

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa” (QS. 21:37)

Oleh karena itu Islam tidak “saklek” memandang isti’jal sebagai suatu hal yang dibuang jauh-jauh. Sebab ada kalanya sifat ini dibolehkan manakala persiapannya telah matang dan telah menguasai medan serta mempertimbangkan masak-masak akibat-akibat yang akan terjadi, sebagaimana kisah nabi Musa as.
Continue reading “Laa Isti’jal”

Ma’rifatullah (6)

ALLAH SELALU BERSAMA MAKHLUK-NYA

Di  dalam  bahasa  arab  Allah  selalu  bersama  makhluk-Nya  berarti Ma’iyatullah.

A. PEMBAGIAN MA`IYATULLAH

1.Ma’iyah Umum

Ma’iyah  umum  adalah  pengetahuan,  maksudnya  adalah pengetahuan Allah yang meliputi seluruh makhluk-Nya.
Firman Allah:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur

melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun

dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,

melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 6:59)

Ayat lain: QS. 58:7; 6:3; 57:4
Continue reading “Ma’rifatullah (6)”

Ma’rifatullah(5)

KEWAJIBAN MUSLIM KEPADA ALLAH SWT

1.Mengerjakan rukun Islam yang lima

2.Menerima ketentuan Allah dengan Ridha baik ketentuan yang bersifat kauni (Qadha&   Qadar) (2:156) atau ketentuan hukum-hukum/undang-
undang (4:65)
Continue reading “Ma’rifatullah(5)”

Ma’rifatullah (2)

BAGAIMANA MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR?

1.Mengenal Allah lewat akal Akal adalah salah satu sarana untuk mengenal Allah. Fungsi akal adalah untuk berfikir dan merenung. Seseorang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an akan menemukan bahwa banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggugah akal untuk berfikir dan merenung, sehingga sampai pada hakikat kebenaran yang tidak diragukan Iagi (13:3; 16:11; 27:52). Allah sangat rnencela orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan akan memasukan rnereka ke dalam neraka jahannam kelak (7:179) Ayat Kauniyyah Sesungguhnya banyak sekali fenomena-fenomena yang terdapat di mayapada ini yang menunjukan kebesaran Allah (2:164; 51:20-21; 3:190-191) : Continue reading “Ma’rifatullah (2)”

Ma’rifatullah (1)

PENTINGNYA MENGENAL ALLAH

1. Mengetahui Tujuan Hidupnya

Seorang yang mengenal Allah SWT (Ma’rifatullah) pasti akan tahu
tujuan  hidupnya,  tujuan  mengapa  ia  diciptakan  dan  untuk  apa  ia
berada di atas dunia ini. Oleh sebab itu ia tidak akan tertipu oleb
kemilaunya  dunia,  tidak  akan  terpedaya  oleh  harta  benda  dunia.
Sebaliknya,  seseorang  yang  tidak  mengenai  Allah,  tentu  ia  akan
terpedaya  dan  terpukau  oleh  indahnya  dunia  seperti  diterangkan
dalam firman Allah:

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku   dan   memberi   peringatan   kepadamu   terhadap pertemuanmu dengan hari ini Mereka berkata:”Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orangorang yang kafir.  (QS. 6:130)
Continue reading “Ma’rifatullah (1)”