Selamat Natal, Haramkah?

Kultwit by Salim A. Fillah @salimafillah

Kontroversi ucapan selamat natal kepada Kaum Nasrani selama ini telah mengemuka, dan terkesan tidak pernah rampung dibicarakan. Ustadz SalimA Fillah melalui Kultwitnya siang ini (24 Desember 2011) menyajikan pembahasannya secara seimbang dengan mengetengahkan beberapa pendapat. Silakan simak kultwit #Natal berikut, atau langsung ke TL @salimafillah:

Ada kesalahfahaman. Di teks Fatwa MUI; yang haram adalah PERAYAAN NATAL BERSAMA, bukan ucapan selamat; http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html

Sayang sekali; banyak yang tak membaca teks Fatwa MUI; lalu mengharamkan atas nama mereka apa yang tiada di teks; atau terlanjur memaki..

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an; “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.”

Continue reading “Selamat Natal, Haramkah?”

Karena Kamu Aku

Beberapa hari yang lalu saya belajar tentang suatu pelajaran yang luar biasa. Belajar tentang saling menghargai. menghargai seseorang sebagaimana menghargai diri sendiri. terkadang kita tanpa sadar ataupun dengan kesadaran diri merasa lebih baik dari orang lain atau malah meremehkan orang lain. Apakah karena strata sosial, pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya. kita berbuat seenaknya dengan pertimbangan tadi, yaa saya lebih baik dan lebih mulia dibanding dia.

saya lebih kaya, jabatan saya lebih tinggi, pendidikaan saya lebih baik, lebih lebih lebih dibanding anda.itulah semua yang menjadi pertimbangan kita. kita menilai seseorang hanya dari “pakaian kerjanya” atau dari tampangnya atau dari hal-hal yang tampak yang sebenarnya tidak mencerminkan diri orang tersebut secara sempurna. persepsi yang terbangun Continue reading “Karena Kamu Aku”