Ujian? Siapa Takut (Tips Menghadapi Ujian)

Bagi mahasiswa ujian kadang menjadi sebuah momok yang menakutkan di setiap tengah ataupun akhir semester. Materi kuliah yang sekian banyak terasa tak mungkin bisa dikuasai hanya dalam hitungan hari apalagi dengan sistem SKS yang harus dikebut dalam semalam. Namun anehnya mahasiswa masih setia dengan sistem tersebut. Bisa jadi mereka telah membaca buku The Power of Kepepet 😀

Banyak yang bilang biar ujian mudah belajar jangan hanya menjelang ujian. Pernyataan ini betul. Ada yang bilang biar ujian mudah rajin masuk kelas. Pernyataan ini juga betul. Namun terkadang dua hal ini tak cukup memberikan amunisi di medan perang 5×6 meter persegi itu (baca ruang ujian). Nah, jika kalian beranggapan ujian adalah perang maka percayalah setiap perang membutuhkan strategi. Jadi, ujian itu butuh strategi Sob. Kali ini ini saya ingin berbagi strategi yang mungkin tidak akan berhasil pada semua orang namun bisa berhasil pada orang tertentu.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi ujian di antaranya :
Continue reading “Ujian? Siapa Takut (Tips Menghadapi Ujian)”

Kemana Kita Menuju?

Jalan kehidupan

Kita semua terlahir ke dunia tanpa membawa apa-apa. Lahir sebagai manusia yang bersih tanpa hasrat, ambisi, dan sebagainya. Kita hanya tahu cara menangis. Kita lapar maka kita menangis. Buang air pun kita menangis untuk memberi sinyal kepada ibu atau orang yang ada di sekitar kita. Kemudian kita tumbuh secara fisik, mental, dan pemikiran. Badan kita bertambah besar. Mental kita semakin dewasa. Pemikiran kita semakin tajam. Hati dan pikiran kita terus kita kembangkan mengikuti pertumbuhan fisik yang juga semakin hari semakin berubah.

Di tengah perjalanan hidup ini, manusia menempuh jalannya masing-masing. Namun kemudian pertanyaannya, “ke mana kita menuju?”. Apakah kita sudah menetapkan tujuan yang benar dari kisah perjalanan hidup kita? Kemudian apakah jalan hidup yang kita pilih akan mengantarkan kepada tujuan yang telah kita tetapkan? Tujuan hidup adalah sesuatu yang given dari Tuhan. Manusia tidak punya pilihan dalam menentukan tujuan hidupnya. Namun manusia kemudian diberi pilihan kendaraan apa yang dia gunakan untuk menempuh jalan hidup menuju tujuannya. Tuhan pun telah menetapkan rambu di setiap persimpangan jalan yang akan kita lewati. Oleh karena itu, kita menemukan fakta bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk beriman kepada Tuhan yang benar atau tidak. Bahkan orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan pun tetap mendapatkan hak-hak kemanusiaannya dari Tuhan seperti rezeki, kesehatan, maupun batasan umur hidup di dunia.

Pernah suatu waktu Rasulullah saw menjelaskan tentang jalan hidup manusia Continue reading “Kemana Kita Menuju?”

Di Balik Ujian Hidup Kita

http://lalumaspanjhye.blogspot.com
http://lalumaspanjhye.blogspot.com

Hidup ini menjadi indah karena ada dinamika di dalamnya. Roda kehidupan terus berputar. Silih berganti di atas dan di bawah sehingga suatu waktu kita bisa sampai tujuan. Kadang kita harus bersedih agar mampu merasakan indahnya kebahagian. Kadang kita harus sakit agar dapat menghargai arti sebuah kesehatan. Semua itu silih berganti, kelapangan dan kesempitan, kesulitan dan kemudahan, dan berbagai macam rasa, kondisi, emosi yang harus dihadapi oleh manusia dalam hidupnya.

Tak mudah memang ketika kita harus menerima cobaan dan ujian, menghadapi hal-hal yang tak kita inginkan. Namun itu bukan berarti tak mungkin. Bukankah Tuhan tak akan membebani manusia dengan beban yang tak bisa mereka pikul? Atau di lain waktu dikatakan setelah kesulitan ada kemudahan. Atau Tuhan bersama dengan orang-orang yang bersabar. Artinya tak ada ujian yang tak bisa dilewati. Semua tergantung kepada manusia. Sejauh mana usahanya untuk melewati ujian-ujian yang datang menghampirinya.

Dalam kenyataannya kita bisa melihat berbagai macam reaksi manusia atas ujian yang ada. Ada yang keep move on dengan prasangka yang baik. Ada yang prasangka baik namun berada dalam keadaan pasrah, ada yang move on namun diikuti dengan berbagai caci cela dan prasangka buruk. Celakanya ada juga yang merasa hidupnya tak perlu lagi untuk dilanjutkan. Mereka berputus asa terhadap masa depan dan harapan yang masih terbentang di masa depan. Masa yang masih gelap bagi kita semua.

Reaksi-reaksi yang kita munculkan ini tentu saja mencerminkan kualitas pribadi kita. Respon kita menunjukkan siapa diri kita. Tuhan telah menentukan standar kelulusan kita. Apakah kita mampu memenuhi standar-standar yang tak pernah kita ketahui itu? Maka sebagai manusia kita hanya perlu bekerja keras, berdoa penuh harap kepada Tuhan dengan segala prasangka baik padaNya. Bukankah segala hal dari Tuhan adalah sesuatu yang baik karena dialah yang Paling Sempurna Belas Kasih dan RahmatNya. Tuhan hanya ingin melihat seberapa besar usaha kita untuk melalui segala rintangan kehidupan yang membentang sepanjang jalan hidup kita.

Namun di balik itu semua Tuhan Yang Maha Kuasa ingin menunjukkan Kekuatan dan Kebesarannya kepada makhlukNya agar mereka senantiasa bersyukur dan berserah diri padaNya. Dia ingin kita selalu merasa dekat padaNya karena Dia begitu menyayangi kita sebagai makhlukNya.

Hidup adalah . . .

Hidup adalah perjuangan
Maka hidup butuh pengorbanan karena tiada perjuangan tanpa pengorbanan

Hidup adalah pilihan
Maka hidup selalu beresiko karena pilihan memiliki resiko masing-masing

Hidup adalah ujian
Maka hidup butuh kesabaran karena ujian selalu menuntut kesabaran

Hidup adalah amanah
Maka hidup menuntut tanggung jawab karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya

Hidup adalah perjalanan panjang
Maka hidup harus dengan cinta karena cintalah yang menjadikan sesuatu menjadi indah

Hidup adalah kebersamaan
Maka hidup harus saling percaya karena kebersamaan akan terjaga dengan kepercayaan
Hidup adalah ladang amal
Maka hidup haruslah ikhlas karena hanya amal yang ikhlas yang diterima Sang Pencipta

COOPS : Ikut Seleksi (2)

Setelah pengumuman seleksi tahap pertama diumumkan saya bersiap-siap untuk mengikuti tahap kedua. Yaa tes kemampuan akademik. Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang saya siapkan. Hanya rajin bertanya ke teman yang sudah pernah mengikuti tes kemampuan akademik tersebut. Dari seleksi tahap kedua ini saya mendapatkan suatu informasi yang cukup menarik. Ternyata dalam seleksi penerimaan COOPS kita tak bersaing dengan peserta dari jurusan lain. Jadi ada kuota untuk setiap jurusan berdasarkan permintaan dari departemen yang membutuhkan atau membuka kesempatan bagi peserta COOPS. Meski demikian informasi tentang kuota setiap jurusan tidak ada yang mengetahui kecuali pihak PT Inco Tbk sendiri.

Yup kembali ke tema kita kali ini. Seleksi tahap kedua dilaksanakan di Jurusan masing-masing. Metode seleksinya pun berbeda-beda setiap jurusan. Dari penuturan teman-teman di Teknik Sipil metode seleksinya ada ujian tulisan dan ujian lisan. Di Mesin dan Geologi juga seperti itu kalo g salah ingat. Namun berbeda dengan jurusanku Teknik Elektro hanya ada ujian tulisan. itupun hanya 5 nomor. :D. Seleksi tahap dua di jurusanku sempat tertunda karena ada permasalahan komunikasi antara ketua jurusan dengan panitia lokal pada waktu itu. Pada hari pelaksanaan tes ternyata soal yang harusnya sudah disiapan belum ada sama sekali sehingga pelaksanaannya di undur keesokan harinya. Hufftt ketegangan berlanjut 😀

Kamipun kembali berkumpul keesokan harinya untuk mengikuti proses seleksi. Kami silahkan memasuki ruang ujian yang pada waktu itu dilaksanakan di ruang sidang jurusan elektro. Soal dibagikan dan ternyata kami yang dari program studi Teknik Informatika harus mengerjakan soal Teknik Elektro juga. Begitu pula sebaliknya. Busyyeeettt ada soal rangkaian listrik yang dalam kurikulumku tidak ada sama sekali. Setelah dilihat baik-baik untungnya soalnya hanya rangkaian listrik sederhana sehingga masih bisa terbantu dengan mata kuliah Fisika Dasar tentang listrik 🙂 Akhirnya satu lagi tahap seleksi telah terlewati. Selanjutnya menunggu pengumuman. Yaa menunggu memang berat karena tidak seperti tahap pertama, seleksi tahap kedua membutuhkan waktu satu pekan untuk diketahui hasilnya. Alhamdulillah lulus juga tahap kedua dan bersiap untuk seleksi tahap ketiga. Kalo dari cerita senior-senior harusnya tes selanjutnya itu FGD atau Focus Group Discussion namun ternyata seleksi kali ini langsung wawancara dengan pihak Human Resources and Development (HRD) PT. INCO Tbk. Katanya sih karena masalah waktu. Tapi entahlah alasan sebenarnya sehingga tahap FGD dihapuskan kali ini.

Jadi tidak ada hal yang terlalu istimewa dari tahap ini. Satu informasi bermanfaat bahwa dalam seleksi COOPS PT INCO Tbk tidak ada persaingan dengan jurusan lain. Kita hanya akan bersaing dengan teman dari jurusan kita. Cerita selanjutya proses Wawancara dengan pihak HRD PT Inco Tbk 🙂

COOPS : Ikut Seleksi (1)

Exam-ResultsSebelumnya kita sudah pernah membahas apa itu COOPS. Sekarang saya ingin berbagi sedikit cerita tentang proses seleksi COOPS yang saya ikuti. Awalnya saya mengenal program COOPS ini dari seorang senior di jurusan saya. Namanya Kak Syawal Ali Imran. Beliau angkatan 2005. Orang ini juga sebenarnya yang “menyesatkan” saya sehingga terpilih sebagai presidium sidang Musyawarah Mahasiswa Elektro XIV kalo ga salah 🙂 Intinya itu pemilihan untuk periode 2009/2010. Hehehehe. Kembali ke topik. Waktu itu beliau sedang mengurus berkas cutinya di kantor fakultas dan sempat minta tolong sesuatu ke saya. Saya tanya beberapa hal dan akhinya sampai ke pertanyaan kenapa mau cuti. Beliau pun menjawab mau ikut program COOPS dan menceritakan sedikit hal tentang program tersebut. Merasa tertarik dengan cerita kak Syawal, niat di hati untuk ikut program ini akhirnya mulai tumbuh.

Tapi seiring berjalannya waktu niat itu semakin hilang. Selain karena tidak pernah mendapat kabar lagi tentang program ini kesibukan di kampus pun membuat saya lupa dengan niat yang pernah Continue reading “COOPS : Ikut Seleksi (1)”