Legalisir Salinan Ijazah Unhas

Hari ini saya mendapat pengalaman baru ketika ingin melegalisir fotocopy Ijazah di Unhas (universitas Hasanuddin). Tepatnya di Fakultas Teknik Unhas. Sebenarnya saya termasuk orang yang tidak terlalu terampil dalam mengurus berkas-berkas seperti ini. Namun karena butuh untuk sebuah keperluan, yaa mau diapa lagi, hal ini harus dilakukan.

Sekedar berbagi informasi, jika ada yang belum tahu apa itu legalisir mungkin saya bisa jelaskan berdasarkan pemahaman saya. Legalisir adalah metode yang digunakan untuk memastikan keabsahan salinan sebuah dokumen. Sebuah salinan yang telah dilegalisir membuktikan bahwa salinan tersebut sesuai dengan yang aslinya. Dengan demikian dapat dijadikan berkas administrasi pengganti dokumen yang asli. Legalisir biasa juga disebut pengesahan. Legalisir salinan masih banyak digunakan di berbagai instansi saat ini meskipun sebenarnya salinan data digital sudah bisa digunakan. Namun kebanyakan instansi masih menggunakan salinan fisik yang telah dilegalisir sebagai syarat administrasi. Nah, salah satu salinan dokumen yang sering dilegalisir yaitu ijazah.

Kembali ke judul kita, hehehe,, saya datang ke kantor fakultas untuk melegalisir salinan (fotocopy) ijazah saya. Prosedur biasanya alumni cukup datang bawa salinan ijazah dan ijazah asli, bayar ke tata usaha sebanyak jumlah lembar salinan yang akan dilegalisir (daftar tarif layanan unhas bisa dilihat di sini) dan kita sudah bisa mengambil salinan yang telah dilegalisir keesokan harinya. Namun hari ini ada yang berbeda. Entah kapan mulainya, tapi pembayaran biaya legalisir harus disetor melalui bank BNI yang akan ditransfer langsung ke rekening rektor. Walhasil saya harus menuju ke BNI yang ada di pintu 2 Unhas depan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk membayar dan kemudian kembali lagi ke fakultas untuk menyetor salinan ijazah yang akan dilegalisir.

Mungkin pengalaman ini bisa menjadi pedoman teman-teman khususnya alumni Fakultas Teknik Unhas jika ingin melegalisir ijazahnya. Jangan sampai harus bolak-balik seperti yang saya alami. Lumayan menyita waktu dan tenaga. Semoga Bermanfaat

Peta/Denah Universitas Hasanuddin

Peta Universitas Hasanuddin

Beberapa hari yang lalu saya mendapat tugas untuk membuat peta/denah topologi jaringan Universitas Hasanuddin di atas peta kampus. Saya mencari-cari gambar peta yang bisa digunakan dan hasilnya nihil. Sudah dicari di google pencarian tapi tidak dapat-dapat juga. Akhirnya google maps yang menjadi pilihan terakhir. Namun saya harus sedikit kecewa karena petanya tidak bisa capture secara utuh. Mau pake Google Earth harus download lagi. Terpaksa deh dikombinasikan dengan Snipping Tools bawaan Windows dan hasilnya seperti ini.. Alhamdulillah 🙂 Versi yang lebih gede di sini

COOPS : Yang Datang dan Pergi

Rebranding 1

Kedatangan sisa COOPS 17 menjadi pertanda sebentar lagi COOPS 16 akan segera meninggalkan kami. Kebersamaan selama kurang lebih sepekan menjadi sebuah kenangan sendiri. Sebuah acara farewell di gedung Onteluwu menjadi acara perpisahan resmi teman-teman COOPS 16. Acara tersebut di rangkaikan dengan acara buka puasa bersama karena masih dalam bulan Ramadhan. Acaranya cukup meriah. Banyak karyawan yang hadir dalam acara tersebut. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an kemudian diikuti sambutan oleh beberapa orang. Menjelang buka puasa ada taujih/kultum berbuka yang dibawakan oleh salah seorang COOPS 16, Kak Erland. Materinya tentang Cinta :D. Kak Erland ini nantinya melanjutkan kontraknya menjadi 1 tahun karena masih dibutuhkan oleh departemen tempatnya bekerja di Proses Plant Engineering. Jadinya Kak Erland ini COOPS 16 sekaligus 17. Setelah berbuka puasa dilanjutkan dengan shalat maghrib berjama’ah dan makan malam. Acaranya berjalan cukup khidmat 🙂

Perpisahan pun tak bisa dihindarkan. Kata pujangga di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan. Kepergian mereka menjadi babak baru kehidupan kami di Soroako. Memang ada beberapa Continue reading “COOPS : Yang Datang dan Pergi”

COOPS : Tak Kenal maka Kenalan

Duet

Mungkin tak banyak orang yang mengetahui apa itu COOPS. Kata pepatah tak kenal maka kenalan. hehehe Kita kenalan dulu ya sama makhluk yang satu ini. COOPS itu singkatan dari COOperative Program Student. Suatu program kerja sama antara perusahaan dengan Perguruan Tinggi. Katanya ini aturan dari Direktorat Pendidikan Tinggi. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di dunia industri, baik penerapan ilmu maupun pengalaman kerja. Peserta COOPS ini mendapat tanggung jawab sebagaimana karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Yaa beda-beda dikitlah dengan magang. Soalnya COOPS ini full fasilitas karena kita diperlakukan sebagaimana karyawan diperlakukan. Cuma kita tidak diberi tunjangan dan allowance (istilah kerennya upah) g sebanyak karyawan tapi lebih banyaklah dibanding mahasiswa magang 😀

Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengikuti program ini pada sebuah perusahaan tambang di daerah Soroako, Luwu Timur Sulawesi Selatan. PT International Nickel Indonesia Tbk atau PT INCO Tbk bekerja sama dengan kampus tempat saya belajar Kampus merah Universitas Hasanuddin. Namun, sekarang PT INCO Tbk melakukan pergantian nama menjadi PT Vale Indonesia Tbk karena pembelian perusahaan oleh Vale Global yang berpusat di Brazil. Sewaktu saya ikut program ini perusahaannya masih tetap menggunakan PT INCO Tbk. PT INCO Tbk ini bergerak pada bidang produksi biji nikel yang kebanyakan di ekspor ke Jepang untuk berbagai keperluan.

Program COOPS yang diadakan PT INCO tbk sudah berlangsung lama. Sejak tahun 1999 PT INCO Tbk sudah bekerjasama dengan Unhas. Sudah ada 16 angkatan sebelum saya mengikuti program ini. Jadi angkatanku itu angkatan 17, kata anak muda dulu sweet seventeen :D. Program ini awalnya menggunakan sistem “Sandwich” selama 3 semester. Jadi semester 1 pengenalan lingkungan kerja, semester 2 kembali ke kampus untuk belajar, dan semester 3 kembali ke perusahaan untuk bekerja. Namun tahun 2005 atau 2006 ya lupa saya 🙂 sistem ini diubah dengan pertimbangan waktu studi peserta yang terhambat dan untuk memberi kesempatan kepada yang lain untuk menikmati proses belajar di dunia industri. Akhirnya satu angkatan hanya menjalani masa COOPS selama 6 bulan alias satu semester. Jadinya saya yang ikut tahun 2011 hanya merasakan 6 bulan saja. Namun 6 bulan ini memberikan banyak pengalaman dan cerita indah yang pantas untuk dikenang sampai akhir hayat. Sebelum memori ini hilang dimakan usia alangkah bijaknya jika kutilis di blog sederhana ini untuk menjadi kenangan di masa yang akan datang.

Bagi yang penasaran yaaa silahkan ditunggu tulisan selanjutnya… 🙂

Catatan: Program COOPS tidak hanya di PT Inco Tbk (sekarang PT Vale Indonesia Tbk) tapi juga di beberapa BUMN seperti Telkom dan PLN. Silahkan dicari saja informasinya masing-masing