Objek Ushul Fiqh

Muhammad Abu Zahrah

Oleh Muhammad Abu Zahrah

Dari penjelasan tentang hubungan antara ushul fiqh dengan fiqh serta perbedaan masing-masing, maka jelas pula bahwa objek ushul fiqh berbeda dengan fiqh. Objek fiqh adalah hukum yang berhubungan dengan perbuatan manusia beserta dalil-dalilnya yang terinci, seperti yang dicontohkan di atas.

Adapun obyek ushul fiqh adalah mengenai metodologi penetapan hukum-hukum tersebut. Kedua disiplin ilmu tersebut (fiqh dan ushul fiqh) sama-sama membahas dalil-dalil syara’ akan tetapi tinjauannya berbeda. Fiqh membahas dalil-dalil tersebut untuk menetapkan hukum-hukum cabang yang berhubungan dengan perbuatan manusia. Sedangkan ushul fiqh meninjau dari segi penetapan hukum, klasifikasi argumentasi serta situasi dan kondisi yang melatarbelakangi dalil-dalil tersebut. Continue reading “Objek Ushul Fiqh”

Advertisements

Beberapa Istilah Fiqh

Muhammad Abu ZahrahAda beberapa istilah dalam ilmu Fiqh. Berikut penjelasannya

Oleh : Muhammad Abu Zahrah

Hubungan ilmu Ushul Fiqh dengan Fiqh adalah seperti hubungan ilmu manthiq (logika) dengan filsafat, bahwa manthiq merupakan kaedah berfikir yang memelihara akal, agar tidak terjadi kerancuan dalam berfikir. Juga seperti hubungan antara ilmu nahwu dengan bahasa Arab, dimana ilmu nahwu merupakan gramatika yang menghindarkan kesalahan seseorang di dalam menulis dan mengucapkan bahasa arab. Demikian juga ushul fiqh adalah merupakan kaidah yang memelihara fuqaha’ agar tidak terjadi kesalahan di dalam mengistimbahtkan (menggali) hukum.

Disamping itu, fungsi ushul fiqh itu sendiri adalah membedakan antara istimbath yang benar dengan yang salah. Sebagaimana ilmu nahwu berfungsi untuk membedakan susunan bahasa yang benar dengan susunan bahasa yang salah. Dan ilmu manthiq untuk mengetahui argumentasi yang ilmiah serta kesimpulan yang ilmiah pula.[1]

Ushul Fiqh berbeda dengan kaidah yang menghimpun hukum-hukum cabang yang merupakan teori umum tentang Islam. Kaidah ini diajarkan di Fakultas Syariah dengan nama Qawa’id Fiqhiyyah. Sebagian pengkaji masih belum jelas letak perbedaan antar ushul fiqh dengan Qawa’id Fiqhiyyah, sehingga kita perlu menjelaskan perbedaan tersebut.

Perbedaan antara Qawa’id Fiqhiyyah dengan ushul fiqh ialah bahwa ushul fiqh, sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas, adalah kaidah atau metode yang dipergunakan oleh ahli fiqh di dalam menggali hukum syara’ , agar tidak terjadi kesalahan. Sedangkan Qawa’id Fiqhiyyah adalah himpunan hukum-hukum syara’ yang serupa (sejenis) lantaran ada titik persamaan, atau adanya ketetapan fiqh yang merangkaikan kaidah tersebut. Seperti kaidah-kaidah pemilikan dalam syariat, kaidah-kaidah dhaman, kaidah-kaidah khiyar, kaidah-kaidah fasakh secara umum. Jadi Qawa’id Fiqhiyah adalah kaidah atau teori yang diambil dari atau menghimpun masalah-masalah fiqh yang bermacam-macam sebagai hasil ijtihad para mujtahid. Seperti yang dapat kita lihat dalam kitab Qawa’id Al Hakam karya Izzudin Ibnu Abdis Salam Asy Syafi’i, kitab Al Furuq karya Al Qarafi Al Maliki, kitab Al Asybah wan Nazha’ir karya Ibnu Nujain Al Hanafi, kitab Al Qawanin karya Ibnu Jizi Al Maliki, kitab Tabshirat Al Hukkam dan Qawa’id Ibnu Hajib Al Kubra yang memuat berbagai masalah fiqh mazhab Hanbali.

Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa ruang lingkup pembahasan Qawa’id Fiqhiyyah adalah masalah-masalah fiqh, bukan ushul fiqh yang didasarkan pada himpunan masalah-masalah fiqh yang mempunyai titik persamaan. Dengan demikian kita dapat menetapkan hubungan ketiga disiplin ilmu tersebut sebagi berikut: ushul fiqh adalah dasar untuk menggali hukum-hukum fiqh yang bermacam-macam dan dapat dihubungkan antara yang satu dengan yang lain, maka ditetapkan suatu kaidah umum yang menghimpun hukum-hukum tersebut yang disebut teori atau kaidah fiqh.[2]

[1] Hasanalbanna.com
[
2] Hasanalbanna.com

Definisi Ilmu Ushul Fiqh

Muhammad Abu ZahrahOleh : Muhammad Abu Zahrah

Ushul fiqh adalah tarkib idhafi (kalimat majemuk) yang telah menjadi nama bagi suatu disiplin ilmu tertentu. Ditinjau dari segi etimologi, ushul fiqh terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaih. Menurut aslinya kalimat tersebut bukan merupakan nama bagi suatu disiplin ilmu tertentu, tetapi masing-masing mudhaf dan mudhaf ilaih mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Untuk itu, sebelum memberikan defenisi ushul fiqh, terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian lafazh “ushul” (yang menjadi mudhaf) dan lafazh “fiqh” (yang menjadi mudhaf ilaih).
Fiqh secara etimologi berarti pemahaman yang mendalam tentang tujuan suatu ucapan dan perbuatan. Seperti firman Allah yang berbunyi: “Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun” (QS. An Nisa: 78)

Juga sabda Rasulullah yang berbunyi:

مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقّهْهُ فِى الدّيْنِ
“Barangsiapa dikehendaki Allah sebagai orang baik, pasti Allah akan memahamkannya dalam persoalan agama.” Continue reading “Definisi Ilmu Ushul Fiqh”

Pengantar Ilmu Ushul Fiqh

Muhammad Abu Zahrah

Oleh :  Muhammad Abu Zahrah

Segala puji bagi Allah, kepadaNya kami mohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat. Kami mohon pelindungan kepadaNya dari segala nafsu dan perbuatan yang jahat. Barangsiapa yang diberi petunjuk olehNya maka tiadak akan ada yang menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad yang diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam dan yang membimbing umat ke jalan yang lurus. Begitu juga kepada para keluarga dan shahabatnya, serta orang yang mengikuti jejaknya sampai akhir zaman.

Ilmu Ushul Fiqih adalah suatu ilmu yang menguraikan tentang metode yang dipakai para imam nujtahid dalam menggali dan menetapkan hukum syar’i dari nash. Dan berdassarkan nash pula mereka mengambil illat yang menjadi landasan hukum serta mencari maslahat yang menjadi tujuan hukum syar’i, sebagaimana Continue reading “Pengantar Ilmu Ushul Fiqh”

“Mengenal Lebih Dekat Syari’at Islam”

syariat islam

Awy’ A. Qalawun @awyyyyy on twitter

1. Aku pernah mendapat pertanyaan, kenapa dalam Islam banyak sekali ajaran yg membingungkan, kerap terjadi perbedaan pendapat…

2. Bahkan dalam ritual ibadahnya sendiri ada beberapa yg berbeda, semisal ada yg qunut ada yg tidak.. Dan masih banyak yg lain…

3. Bukankah dg ini Islam itu suatu agama yg sepertinya ambigu, satunya melarang, satunya membolehkan… Ulama’-nya tidak satu suara…

4. Pertanyaan di atas, jika digiringkan kepada muslim yg awam tentu saja akan menimbulkan kebingungan bahkan bisa jadi keraguan (tasykik).. Continue reading ““Mengenal Lebih Dekat Syari’at Islam””